KONUT, EDISIINDONESIA.id – Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Andi Amran Sulaiman memberikan alat bantu pertanian berupa traktor roda dua maupun roda empat ke Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara (Konut), Rabu (10/1/2024).
Amran Sulaiman mengatakan bantuan tersebut untuk kemajuan pangan di seluruh Indonesia khususnya Kabupaten Konut.
Selain itu, pihaknya akan memfasilitasi segala kekurangan demi kesejahteraan masyarakat.
“Kabupaten Konawe Utara ini sudah sangat maju dan kami berharap ini bisa menggerakkan sektor pertanian karna yang menyerap tenaga terbesar adalah sektor pertanian,” ujarnya.
Ia juga menuturkan, pihaknya memberikan 10 alat traktor roda empat dan 20 traktor roda 2 serta bantuan bibit kepada pemerintah Konut yang nilainya miliaran rupiah.
“Tolong alat pertanian yang aku berikan ini di jaga baik-baik untuk mengembangkan pertanian di Kabupaten konut,” tuturnya.
Andi juga menyebutkan pucuk pimpinan di Kabupaten Konut merupakan kepala daerah yang gigih dan pekerja keras.
“Karna saya tahu Bupati Konawe Utara (Ruksamin) orangnya pekerja keras,” pungkasnya.
Mentan RI mengajak seluruh pihak untuk bekerja bersama-sama untuk mewujudkan Indonesia Swasembada, berdaulat, bahkan menguasai pangan Dunia.
Di tempat yang sama, Bupati Konut Ruksamin memaparkan berbagai program dalam pemanfaatan segala potensi yang ada di daerah yang ia pimpin, salah satunya sector pertanian.
Ia menerangkan, untuk terus menumbuhkan geliat ekonomi pada sektor pertanian, H. Ruksamin meluncurkan Program Pemanfaatan Kebun Pekarangan (P2KP), yang mana program ini dinilai mampu menjaga dan meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjamin ketersediaan pangan di Kabupaten Konut.
“Kita perlu bangga, di Kab. Konawe Utara yang terkenal dengan Nikelnya, ternyata yang menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adala dari sector pertanian yaitu sebesar 39,23 %,” terangnya.
Mantan anggota DPRD Konawe itu juga menyebut, untuk lebih meningkatkan lagi produksi sector pertanian, sebagai pimpina tertinggi di Konut, ia telah menyiapkan lahan kurang lebih 10.000 Ha untuk ditanami komoditi jagung.
“Bukan hanya itu, untuk menyesuakai dengan era digital dan untuk memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk dan memudahkan dalam pemasaran hasil pertanian, kami juga melaunching aplikasi Pak Tani KONASARA,” pungkasnya. (**)
Comment