KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa di tingkat internasional, Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari melakukan Penandatanganan MoU dengan perusahaan asal Negeri Sakura Jepang PT Pudji Utami.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Rektor UM Kendari Prof. Dr. Muhammad Nurdin, disaksikan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Lely Okmawaty Anwar, Direktur Kerjasama dan Internasionalisasi Yudhi Dwi Hartono dan Direktur Penjaminan Mutu Rita L. Bubun, yang hadir secara daring.
Direktur PT. Pudji Utami, Dr. Imran Natsir mengatakan kerjasama tersebut adalah langkah nyata bagi Kampus sebagai Implementasi Program MBKM dalam memberikan peluang dan kesempatan Kepada para Mahasiswa dalam upaya peningkatan kapasitas dan Kualitas Sumber Daya Manusia yang berdaya saing.
Serta dapat meningkatkan kemampuan diri dalam memupuk keterampilan atau skill yang dimiliki oleh para Mahasiswa dalam mengikuti magang dan senantiasa juga dapat menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan dalam era digitalisasi saat ini.
Sementara itu, Rektor UM Kendari menyampaikan program internship ini merupakan kegiatan yg sangat bagus, yang telah di rintis oleh Mohammad Rais dan timnya.
“Kita menyambut hal ini dengan gembira, pada batch pertama ini, semoga dengan ikutnya tiga mahasiswa FPIK pada program ini, dapat memicu dan mendorong mahasiswa kami untuk mengikutinya pada batch-batch berikut, tidak hanya dari Prodi di FPIK saja kedepannya, tapi diikuti dari Fakultas dan Prodi lainnya,” ungkapnya.
Lanjutnya, ia berharap nantinya ada Japanese Corner di kampus, menurutnya hal itu dirasa penting untuk mempersiapkan mahasiswa, menginternalisasi budaya dari Jepang
“Ini untuk mempersiapkan dari awal jika nantinya dosen atau mahasiswa di kampus berkesempatan untuk mengikuti program di Jepang khususnya di Hokkaido,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama Tn. Shigehru Tanaka mengingatkan kepada mahasiswa yang akan mengikuti program ini, saat ini Hottate sedang memasuki cuaca dingin, mahasiswa perlu mempersiapkan semuanya dari lebih awal sebelum berangkat ke Jepang.
Juga terkait bahasa dan hal lainnya, nantinya juga ada kampus-kampus lain dari Indonesia yang mengikuti magang di perusahaannya.
“Kami akan tetap berusaha agar mahasiswa yang berangkat ditempat kami dalam kondisi sehat dan kembali dalam kondisi sehat pula,”terang Tanaka.
Dekan FPIK UM Kendari juga berharap Kerjasama terkait implementasi MBKM ini, mahasiswa belajar terkait kulturatau budaya yang di jepang terkait budaya kerja dan disiplin waktunya, skill dan kompetensi, dan keilmuan terkait budidaya kerang simping.
“Kami memberangkatkan tiga mahasiswa yakni Sumirda (Prodi Teknologi Hasil Perikanan), Herlia (Prodi Teknologi Hasil Perikanan), dan Arta (Prodi Sumberdaya Perikanan),” sebutnya. (**)
Comment