MUBAR, EDISIINDONESIA.id – Lembaga Akrediatasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI) melakukan survei terhadap akreditasi RSUD Muna Barat (Mubar), Jumat (20/10/2023). Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari.
Tim yang melaksanakan survei tersebut adalah dr Triyanto S Bialangi dan La Ode Surah. Dan pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Pj Bupati Mubar Dr Bahri didampingi Sekda dan sejumlah pejabat daerah lainnya serta pejabat RSUD, tenaga dokter dan karyawan RSUD.
Mengawali sambutannya, Pj Bupati Mubar Bahri mengatakan, dalam survei akreditasi, pemerintah daerah dan RSUD Mubar berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan rumah sakit kepada masyarakat. Selain itu, ia berkomitmen menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Akreditasi sangat dibutuhkan untuk RSUD Mubar sebagai pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Kita (Pemkab Mubar) sangat mendukung penuh dari segala aspek mulai dari peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kesehatan dan berkomitmen mendukung penuh SPM yang maksimal,” ujarnya.
Bahri juga berkomitmen meberi dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan rumah sakit.
Ia mengungkapkan, sebelumnya Pemkab Mubar telah menganggarkan untuk pembangunan gedung radiologi, ruang rawat inap kebidanan, ruang rawat inap kris, serta pembangunan ruang rawat inap kelas 3.
Selain itu, Pemkab Mubar juga telah menganggarkan untuk pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat beserta pemenuhan sarana prasarana dan alat kesehatan.
“Kita juga sudah menyiapkan roadmap untuk bagaimana meningkatkan RSUD Mubar menjadi rumah sakit terbaik dalam regional Muna atau Sultra. Yang lalu, RSUD Mubar mendapatkan akreditasi dasar (bintang dua), tahun ini kita targetkan naik menuju paripurna,” ujar Bahri.
“Saat ini, RSUD kita masih tipe D dan tahun 2024 kita akan naikkan statusnya menjadi tipe C. Kedepan, kita akan tingkatkan sarana dan prasarananya, tata kelolah keuangan dan SDM, serta kesejahteraan karyawannya,” tambahnya.
Untuk itu, Bahri berharap survei akreditasi ini dapat membuahkan hasil yang maksimal dan memuaskan. Sehingga menjadi motivasi bagi karyawan rumah sakit untuk selalu berusaha meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan.
“Semoga penilaian akreditasi ini signifikan menunjukan ada perbaikan terhadap mutu pelayanan kesehatan. Jika ada catatan, saya sebagai Pj Bupati Mubar siap menggelontorkan anggaran agar akreditasi RSUD Mubar terbaik. Saya menginginkan RSUD Mubar terbaik dalam wilayah regional pulau Muna,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala RSUD Mubar Muh Syahril Fitrah menjelaskan, rumah sakit ini berdiri sejak tahun 2015 dan memasuki gedung baru ini sejak tahun 2019. Lanjut dia, rumah sakit ini memulai proses akreditasi pertama tahun 2019 dan hasil akreditasi adalah dasar (bintang dua).
“Dalam kurung waktu tiga tahun terakhir ini, kita (RSUD Mubar) terus melakukan pembenahan terhadap mutu pelayanan secara berkesinambungan. Apalagi, Pj Bupati Mubar, Bahri mendukung penuh peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit ini dengan menggelontorkan anggaran pembangunan serta program Mubar Sehat dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat,” ucapnya.
Untuk itu, ia berharap pada survei akreditas ini dapat memperoleh hasil yang lebih baik dari yang sebelumnya.
“Dalam survei akreditasi ini, manajemen rumah sakit sudah mempersiapkan antara lain pemenuhan syarat untuk dapat diakreditasi dengan pemenuhan kelengkapan dokumen pelayanan dan perizinan, peningkatan kompetensi staf melalui pelatihan, dan kesiapan fasilitas pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” sebut Syahril.
Comment