Sudah Bisa Diresmikan, Pembangunan RS Jantung di Kendari Masih Butuhkan Dana Rp 40 Miliar

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung Oputa Yi Koo, di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih membutuhkan anggaran Rp 40 miliar.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak mengatakan anggaran sebesar Rp 40 miliar tersebut akan diusulkan pada tahun 2024 mendatang.

Namun, kata dia peresmian salah satu mega proyek Gubernur Sultra tersebut tetap bisa terlaksana di tahun 2023 ini atau sebelum masa jabatan Ali Mazi dan Lukman Abunawas berakhir pada 5 September 2023 mendatang.

Lebih lanjutnya, karena proyek RS Jantung 17 lantai tersebut sudah tersedia fasilitas hingga lantai 9, baik fasilitas klinik, administrasi, manajemen dan termasuk juga dengan rawat inap.

“Rawat inapnya di sana sudah tersedia 4 lantai, mulai dari kelas 3, kelas 2 VIP dan VVIP,” katanya saat ditemui, di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Rabu (16/8/2023).

Lanjut ia menyampaikan, bahwa untuk saat ini RS jantung secara struktur dan arsitektur bangunan sudah selesai. Namun, yang belum selesai yaitu lingkungan kawasan yakni area parkir yang masih membutuhkan banyak area parkir.

“Karena kita menargetkan kurang lebih 400 bad berarti 400 penghuni, sehingga kalau kita katakanlah 50 persen saja membawa mobil berarti 200 mobil yang harus disiapkan lahan parkirnya. Itu sampai sekarang belum cukup sehingga perlu kita kembangkan,” bebernya.

“Kemudian masih ada beberapa fasilitas lainnya yang akan dilengkapi di sana, kami tidak bicara alkes ya. Kita bicara tentang bangunan karena itu gawean Cipta Karya,” tambahnya menjelaskan.

Kata dia, untuk anggaran yang dibutuhkan Rp 40 miliar akan diusulkan pada tahun 2024 mendatang.

“Sementara untuk finishing kecil seperti lahan parkir kemungkinan bisa di perubahan, tapi untuk yang besar tidak bisa harus di induk 2024,” tutupnya. (**)

Comment