BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Melalui PT PT Envision Green Energy Indonesia Kabupaten Bombana akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)
Pembangunan PLTB di Bombana karena menilai potensi angin memenuhi syarat untuk pengembangan PLTB.
Pihak Pemkab Bombana dan PT Envision Green Energy Indonesia telah bertemu untuk mematangkan rencana tersebut pada Selasa (27/6/2023). Pertemuan ini merupakan kelanjutan dan rencana PLN mengembangkan PLTB di Bombana.
Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu (PLTB) dengan kapasitas kontrak 850 MW akan melakukan uji coba interkoneksi dengan jaringan PT PLN (Persero) pembangkit yang berada di area Kecamatan Tontonunu Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara ini menjadi pembangkit komersial skala besar yang memanfaatkan energi angin.
Perjanjian kerja sama ini diawali dengan persentase dari President Director PT Envision Green Energy Indonesia.
Perusahaan ini memang sedang merancang pembangkit listrik yakni Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Sedangkan untuk pengembangan PLTB , pihaknya mengajak Pemkab Bombana untuk bersama dengan PT Envision Green Energy Indonesia untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian dan PT PLN.
Kabupaten Bombana dipilih karena memiliki angin yang sangat potensial, khususnya di wilayah Kecamatan Tontonunu yang memiliki kecepatan angin 6,27 meter/detik. Dimana sebelum menentukan lokasi di lakukan studi potensi angin. Setelah dibandingkan hasil dari beberapa daerah, ternyata di Kecamatan Tontonunu paling potensial kecepatan anginnya.
kecepatan angin rata-rata sementara dari pemasangan alat kami yaitu metmast tower setinggi 120 meter di Kecamatan Tontonunu menunjukkan angka 6,27meter/detik sangat bagus. Estimasi letak turbin, satu turbin total kapasitas 850 MW, maka dalam setahun PLTB bisa memproduksi listik sebesar 2.163.426 MWH.
Sementara itu Pj. Bupati Bombana Burhanuddin menyambut baik rencana pembangunan PLTB tersebut di daerah.
“Tadi kami koordinasikan, bahwa selain PLTB, itu nantinya menjadi menjadi pusat edukasi tentang energi baru terbarukan bagi generasi muda, sehingga kesadaran menggunakan energi baru terbarukan semakin tinggi,” ujarnya.
Burhanuddin juga menekankan agar PLTB tersebut dikembangkan dengan tidak meninggalkan unsur kearifan lokal yang menjadi identitas dan ciri khas daerah itu sendiri di kabupaten Bombana. Ucapnya.(**)
Comment