Panen Raya di Persawahan Amohalo Bantu Kendalikan Inflasi Kota Kendari

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Hasil panen padi di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bantu kendalikan inflasi di Kota Kendari.

Hal itu setelah panen raya yang dilakukan gabungan kelompok tani di Kecamatan Baruga Kota Kendari, pada Jumat (16/6/2023) lalu.

Di mana pada panen perdana tahun 2023 ini, para petani di Amohalo Baruga tersebut memproduksi 6-7 ton padi per hektare. Dengan total produksi sekira 3.150 ton dari luas lahan sawah 450 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto mengatakan sebelum panen, stok beras di Kota Kendari memang menurun. Kondisi demikian mengakibatkan harga penjualan beras meningkat.

Namun, dengan adanya panen raya padi para petani di Kendari tentu mempengaruhi harga penjualan karena stok beras yang melimpah.

Kata dia, saat ini harga beras Owoha produksi petani Amohalo di Kecamatan Baruga Kota Kendari dijual Rp120 ribu per 10 kilo. Harga tersebut turun dari harga sebelumnya yakni Rp140 ribu per 10 kilo.

Sedangka harga jual perliternya, beras Owoha ini dibanderol dengan harga Rp10 ribu.

“Dengan panen ini produksi lumayan, pasti akan mempengaruhi pasaran, dengan stok yang banyak pasti harganya juga akan turun,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengatakan beras memang menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kota Kendari.

Menurutnya, dengan panen padi sawah tahun ini akan memberi kontribusi positif dalam rangka pengendalian inflasi di Kota Kendari. Kemudian adanya peningkatan pendapatan masyarakat petani. (**)

Comment