KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebanyak 133 mahasiswa yang didominasi oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Perpustakaan, mengikuti seminar terkait dengan investasi, khususnya dibidang modal.
Giat imi diinisiasi oleh, Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra, Sabtu (10/6/2023).
Executive Trainer KP BEI Sultra, Ricky mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar para pustakawan muda atau para mahasiswa bisa mempunyai mindset terkait dengan investasi.
Sebab, menurutnya selama ini kebanyakan masyarakat masih memiliki mindset konsumtif dalam artian ada uang langsung habis dan tidak mementingkan masa depan seperti apa.
“Jadi kita ubah dulu mindsetnya bahwa masa depan itu harus dipersiapkan,” katanya.
Salah satu bentuk mempersiapkannya yaitu dengan berinvestasi. Dimana ada banyak jenis investasi, tapi yang banyak dikenal di masyarakat yaitu investasi emas dan tanah.
“Tapi sebenarnya sekarang sudah ada alternatif lagi, yaitu investasi di pasar modal, dalam bentuk saham, reksa dana, obligasi, exchange traded fund (ETF), dan warrant terstruktur,” sebutnya.
Menurutnya, selama ini masyarakat mengira bahwa untuk berinvestasi saham butuh modal yang besar, padahal tidak. Bahkan, cukup dengan Rp100 ribu masyarakat sudah bisa berinvestasi.
“Bahkan saham yang paling murah Rp5 ribu sudah bisa. Jadi segala kalangan sudah bisa berinvestasi di pasar modal, itu yang kami mau sampaikan juga kepada mahasiswa dan peserta,” ungkapnya.
Apalagi, kata dia berinvestasi di pasar modal saat ini sangat mudah sekali. Dimana, syaratnya cukup memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan rekening tabungan atas nama pribadi. Bagi yang sudah bekerja ada NPWP tapi opsional bagi mahasiswa.
Sementara itu, Koordinator Layanan dan Kerja sama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra, Herlina Weriyanti mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari kerjasama yang pihaknya bangun bersama BEI perwakilan Sultra.
“Kita bekerjasama dengan semua stakeholder untuk bisa bekerjasama membangun literasi masyarakat Sultra melalui Dinas Perpus,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, bahwa pihaknya bukan hanya melakukan kerjasama dengan BEI perwakilan Sultra tapi juga dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), swasta dan komunitas yang ada di Sultra.
Terkait dengan seminar investasi bidang modal, ia mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena terkait dengan peningkatan literasi masyarakat, pihaknya tidak bisa berdiri sendiri atau harus bekerja sama dengan semua stakeholder. (**)
Comment