BOMBANA, EDISIINDONESIA.id- Pemerintah Kabupaten Bombana, diwakili oleh Penjabat Bupati Burhanuddin, telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) bersama PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulselrabar. Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapim GM Makassar pada hari Senin, 5 Juni 2023.
Kebutuhan listrik di Kabupaten Bombana, khususnya di Pulau Kabaena, menjadi salah satu prioritas serius bagi Pemerintah Kabupaten Bombana saat ini. Ini sejalan dengan tagline pembangunan tahun 2023 yang merupakan kebijakan nasional dan provinsi yaitu “Menata Kota dan Memberdayakan Desa.”
Sebelumnya, pada tanggal 28 Februari 2023, Penjabat Bupati Bombana Burhanuddin telah melakukan Rapat Pembahasan Kelistrikan bersama Ditjen Ketenagalistrikan. Dan pada hari ini, Senin 5 Juni 2023, Burhanuddin telah melakukan penandatanganan MOU Sinergi Pembangunan dan Pengembangan Ketenagalistrikan di Wilayah Kabupaten Bombana dengan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
Moch. Andy Adchaminoerdin, mewakili PT PLN (Persero) dalam penandatanganan MOU tersebut.
Penandatanganan MOU ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan pihak terkait di bidang ketenagalistrikan untuk mendukung program investasi dan kegiatan layanan umum di Kabupaten Bombana. Selain itu, juga untuk menjaga kecukupan kebutuhan listrik di wilayah Kabupaten Bombana melalui pembangunan, pengembangan proyek pembangkit, distribusi, dan listrik perdesaan.
Sinergi dalam pembangunan dan pengembangan sistem kelistrikan juga menjadi fokus dalam upaya mencukupi kebutuhan listrik di Kabupaten Bombana. Selain itu, program investasi meliputi penambahan mesin pembangkit diesel dengan kapasitas 2 x 500 KW di lokasi PLTD Sikeli beserta peralatan pendukungnya.
Dalam MOU juga termasuk penyediaan lahan dan relokasi PLTD sesuai dengan mekanisme yang berlaku, serta dukungan dalam pembangunan dan pengembangan ketenagalistrikan di Kabupaten Bombana.
Penjabat Bupati Bombana, Burhanuddin, menyatakan bahwa setelah penandatanganan MOU ini, pihaknya akan segera mengambil tindakan untuk kepentingan masyarakat Bombana di Pulau Kabaena. Ia juga berharap kerjasama ini dapat berkelanjutan, mengingat masih banyak pulau kecil di Bombana yang membutuhkan penerangan.
Dirinya juga menyebutkan bahwa kerjasama ini sangat dibutuhkan mengingat potensi yang besar di Pulau Kabaena, terutama dengan adanya tambang nikel di pulau tersebut.(**)
Comment