Pj Bupati Bahri Optimis Tuntaskan Stunting Tahun Ini

MUBAR,EDISIINDONESIA.id- Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Muna Barat(MUBAR) berdasarkan survei status gizi (SSGI) mengalami penurunan usai validasi data puskesmas yakni 31,7% pada tahun 2022 menjadi 201 kasus per bulan Mei tahun 2023, Penjabat Bupati Dr Bahri optimis tuntaskan stunting tahun ini.

Meski begitu, stunting atau kondisi gagal tumbuh anak tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah bekas Kabupaten Muna itu. Pasalnya daerah tersebut menargetkan penuntasan angka stunting dengan capaian nol kasus sampai dengan akhir November mendatang di tahun ini.

Untuk mencapai terget tersebut, Pemerintah daerah terus bekerja keras. Penjabat Bupati Mubar, Bahri mengaku telah melaksanakan dua program prioritas yakni penetapan bapak asuh stunting dan lounching dapur sehat atasi stunting (Dahsyat) yang dilaksanakan hari ini tepatnya 29 Mei 2023 di gedung Aula Kantor Bupati Mubar.

Menurutnya penetapan bapak asuh dan launching dahsyat merupakan langkah tepat mengintervensi Stunting yang dilakukan daerah yang dipimpinnya saat ini. Menurutnya, stunting dapat diintervensi dari dua segi yakni spesifik ( penyebab Stunting secara langsung ) dan sensitif ( penyebab secara tidak langsung) .

Dikatakannya, Intervensi spesifik adalah langkah pencegahan dipersiapkan dari kesehatan gen yakni orang tua yang dimulai sejak usia remaja, menikah, mengandung hingga melahirkan dengan memastikan asupan gizi yang cukup.

“Intervensi di 1000 hari pertama kehidupan, 270 hari dikehamilan, 370 hari setelah melahirkan,” jelas Bahri saat ditemui awak media usai pelaksanaan kegiatan lounching Dasyat,”

Untuk itu kata Bahri, Pelaksanaan dapur sehat atasi stunting merupakan langkah yang tepat dan efektif. Dahsyat merupakan kegiatan memperkenalkan makanan kaya akan protein hewani dan cara pengolahannya yang dapat menunjang asupan gizi anak. ” Salah satu cara mengatasi Stunting yaitu Dahsyat,” kata alumni STPDN itu.

Dalam agenda penuntasan Stunting, Bahri bahkan mengaku telah mempersiapkan anggaran senilai 15 miliar. Namun anggaran tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk penanganan Stunting melainkan juga diperuntukan penanganan kesehatan masyarakat. “Setelah revisi kemarin saya geser lagi anggaran senilai 3,5 miliar untuk anggaran kesehatan dan totalnya sebanyak 15 miliar sudah termaksud dengan anggaran penanganan Stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1416 Muna selaku bapak asuh stunting Kabupaten Muna Barat, Letkol Infantri Gilles R.B Hegendorp mengapresiasi atas dedikasi dan kinerja pemda Muna Barat yang telah bekerja sama dengan aparat keamanan baik TNI maupun Polri, sehingga pelaksanaan mengentaskan kasus stunting di Muna Barat.

“Alhamdulillah kasus stunting di Muna Barat selama beberapa waktu ini mengalami progres yang sangat signifikan,” ungkapnya.

Sehingga sampai saat ini kegiatan dalam mengentaskan stunting masih tetap berproses dan berkelanjutan dengan segala arahan dari Pj Bupati. Untuk itu, pemerintah daerah dan aparat keamanan akan terus bahu membahu untuk mencari formulasi yang tepat, sehingga pengentasan stunting dapat berjalan secara signifikan,”Pungkasnya”. (Safar)

Comment