Pasca Johnny Plate Tersangka, NasDem Singgung Penegak Hukum dan Presiden Jokowi

Willy Aditya. Foto: Antara Foto/Syaiful Hakim Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "Isu Keretakan Hubungan Paloh dengan Megawati, Willy NasDem: Sangat Jahat", Willy Aditya. Foto: Antara Foto/Syaiful Hakim

EDISIINDONESIA.id — Pasca Penetapan Johnny G Plate, Willy Aditya yang merupakan rekan Johnny di NasDem menyinggung aparat penegak hukum dan juga Presiden Jokowi.

Willy berpandangan, kini aparat penegak hukum kerap melakukan tindakan semena-mena terhadap rakyat. Kondisi itu, dia kaitkan dengan presiden yang merupakan petugas partai.

Menurutnya, pemimpin yang berstatus petugas partai, tidak memihak pada rakyat atau semua golongan. Tetapi, hanya berpihak pada kelompok tertentu saja.

“Karena apa, yang menjadi presiden petugas partai, bukan pelayan rakyat. Yang menjadi presiden itu harus pelayan rakyat bukan presiden partikelir,” kata Willy dikutip dari Rakyat Merdeka.

Willy juga menyinggung ajaran Proklamator Ir. Soekarno, yakni seorang pemimpin harus lebih mementingkan rakyat. Bukan partai yang menaunginya, saat menjadi pejabat negara.

Willy juga mewanti-wanti agar semuanya tidak terjebak dalam ideologi yang mementingkan golongan sendiri itu.

“Jangan sesat pikir, jangan. Tambah rusak, tambah segmented publik ini kalau kita selalu berdiri atas perspektif dan ideologi yang picik seperti ini,” tandasnya. (**/Rmol)

Comment