Berlatar Belakang Pebisnis, M Aris Achmad Ajukan Diri Sebagai Bacaleg DPD RI

KENDARI, EDISIINDONESIA.id– M Aris Achmad mengajukan diri sebagai bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2024-2029 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sultra, Kamis (11/5/2023).

Pria yang berlatar belakang sebagai seorang pebisnis ini mengatakan, pengajuannya sebagai Bacaleg DPD RI Dapil Sultra tersebut merupakan yang pertama kalinya ia lakukan.

“Mungkin karena saya asli Muna cuma tinggal di Jakarta sejak tahun 1997. Jadi saya lebih banyak bergelut di dunia bisnis,” katanya usai pengajuan.

M Aris Achmad mengaku tertarik daftar sebagai bakal caleg karena melihat semenjak DPD hadir ditengah-tengah masyarakat, tidak bisa dipungkiri kontribusi yang diberikan oleh anggota DPD RI Dapil Sultra.

“Tapi kita msih melihat ketimpangannya itu terlalu jauh dibanding dengan provinsi-provinsi lain,” ujarnya.

Ia juga ingin mengangkat Provinsi Sultra yang dikenal dengan penghasil tambangnya, dimana seharusnya masyarakatnya bisa sejahtera, dengan menuntut keadilan dari pusat agar ada keseimbangan keadilan dan tentunya bisa dirasakan oleh masyarakat Sultra secara menyeluruh.

Dia mengatakan jika nantinya berkesempatan mendapatkan amanah untuk duduk di DPD RI Dapil Sultra, sebagai orang yang berlatar belakang sebagai pengusaha ia ingin lebih banyak mendorong anak-anak muda usia produktif untuk lebih banyak berkarya menciptakan peluang kerja.

“Jadi kita jangan terlalu mengkultuskan, kebanyakan kita berprinsip bahwa tamat sekolah harus masuk pegawai negeri, padahal kita harus kembangkan potensi-potensi pemuda yang ada di Sultra banyak hal yang harus kita angkat, itu secara global yang paling saya bisa berikan kepada Sultra ini,” bebernya.

Menurutnya potensi di Sultra sangat luar biasa, diantaranya yaitu tingkat kecerdasan pemudanya maupun sumber daya alamnya yang sangat mempengaruhi sekali dan hal tersebut bisa terus dikembangkan di Provinsi Sultra.

Selain pertambangan, menurutnya sektor yang juga menjanjikan di provinsi Sultra adalah sektor pariwisata yang masih bisa dikembangkan.

“Kenapa kita tidak bisa hadirkan suasana Bali di Sultra, kita punya kelautan, kita punya potensi itu, ini bisa kita angkat sebetulnya asal kita mau saja,” ujarnya.

“Setidaknya kita yang mencalonkan di DPD ini bisa menjadi Pioneer terdepan menjalankan ini, saya yakin ini tidak ada yang mustahil ketika kita semua bersatu menciptakan ini peluang, Insya Allah kita bisa,” tutupnya. (**)

Comment