MUNA, EDISIINDONESIA.id – Nishavila Qisya Qanaya (8) sukses menyabet juara 1 dari lomba fashion show pesona tenun Sulawesi Tenggara (Sultra) kategori B, yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra, diaula rumah jabatan (rujab) Bupati Muna, pada 1-3 Juli 2022.
Bakat putri pasangan dari Achmad Djaya Adi dan Fatmawati Famuna didunia fashion cukup mentereng.
Pasalnya, gadis cilik yang masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) itu bukan kali pertama menjuarai lomba sejenisnya.
Pada tahun 2019 dan 2021 lalu, dia juga sukses naik podium tertinggi sebagai juara pertama fashion show tenun Masalili yang diselenggarakan oleh Dekranasda Muna, kemudian diawal tahun 2022 juga sukses menjadi juara pertama best catwalk Pesona Batik Nusantara tingkat Nasional yang mewakili provinsi Sultra setelah sebelumnya menjalani rangkaian seleksi tingkat Kabupaten Muna dan Provinsi Sultra.
Orang tua Nishavila, Achmad Djaya Adi mengaku bersyukur kepada Allah SWT putrinya diberikan bakat didunia seni. Sebagai orang tua, kata dia, tentu sangat mendukung dan mensuport bakat anaknya tersebut, disamping tetap memerhatikan pendidikan formal.
“Jangan hanya dilihat dari sisi fashion nya saja, akan tetapi lebih kepada edukasi, dimana dengan mengikuti kegiatan semacam ini, dapat menumbuhkan kepercayaan dirinya, mentalnya ketika berhadapan dengan orang banyak, kelak menjadi modalnya didalam berinteraksi sosial pada masa-masa yang akan datang,” ujarnya, Senin (4/7/2022).
Disamping itu, lanjut Kepsek SMAN 1 Lohia tersebut, point penting dengan mengikuti kegiatan fashion show tenun, secara tidak langsung anak-anak dilatih untuk terus menjaga kearifan lokal daerah Muna khususnya kain tenun Masalili.
“Sedari kecil sudah ditanamkan rasa cinta terhadap kearifan lokal, misalnya kain tenun, yang terkemas melalui lomba. saya kira ini sangat bagus dan perlu dipertahankan. Sehingga, anak-anak kita sejak kecil tidak gengsi untuk menggunakan. Memang kearifan lokal kita perlu dilestarikan, bukan saja kain tenun, namun kearifan lokal lainnya.” support Achmad Djaya Adi. (**)
Comment