KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Tanaman Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026.
Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir Balai Kota Kendari pada 21–23 Oktober 2026 tersebut bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Pelaksanaan GPM melibatkan 16 distributor bahan pangan, Perum Bulog, serta pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang turut memasarkan produk olahan pangan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Kota Kendari, Rauf, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Menurut Rauf, sejumlah komoditas yang ditawarkan mendapat respons positif dari masyarakat. Minat warga terlihat dari tingginya antusiasme selama kegiatan berlangsung, terutama karena harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar.
Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM tersebut merupakan kegiatan ke-124 sepanjang 2026. Berdasarkan frekuensi penyelenggaraan, Kota Kendari menempati posisi keempat secara nasional dalam kategori kota.
Selain menggelar pasar murah, Pemkot Kendari juga memperkuat distribusi pangan melalui pengembangan dan pembinaan kios pangan. Saat ini, terdapat sekitar 215 kios pangan di Kota Kendari, ditambah hampir 200 kios binaan Bulog.
Jaringan distribusi tersebut turut didukung Rumah Pangan Kita (RPK) dan toko modern yang berperan dalam menyediakan bahan pangan bagi masyarakat.
Pembinaan terhadap kios pangan dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan lembaga terkait lainnya. Upaya tersebut mencakup penguatan usaha serta perluasan akses permodalan bagi para pelaku usaha.
Sementara itu, Manajer Pemasaran Bulog Sulawesi Tenggara, Aan Fahri, mengatakan Bulog mendukung pelaksanaan GPM dengan menyediakan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng.
Menurut Aan, ketersediaan kedua komoditas tersebut sejauh ini mencukupi untuk memenuhi permintaan, baik dalam kegiatan pasar murah maupun penyaluran melalui kios pangan dan Rumah Pangan Kita.
Ia menambahkan, Bulog berupaya memenuhi permintaan pelaksanaan GPM dari berbagai instansi, mulai dari pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah provinsi, kementerian dan lembaga, hingga TNI dan kepolisian.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Bulog juga mengawasi penjualan komoditas yang disalurkan melalui mitra. Jika ditemukan penjualan dengan harga yang tidak sesuai ketentuan, Bulog akan menindaklanjutinya melalui teguran. Pemutusan kemitraan dapat dilakukan apabila pelanggaran terus berulang.
Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan penguatan jaringan distribusi pangan, Pemkot Kendari berharap masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah, khususnya menjelang dan selama peringatan Hari Pangan Sedunia 2026. (**)
Comment