Korban Penganiayaan di Buton Utara Meninggal Dunia Setelah Dirujuk ke RSUD Kendari

BUTUR, EDISIINDONESIA.id – Seorang pria berinisial M, warga Desa Waode Buri, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur), yang menjadi korban penganiayaan oleh rekannya sendiri berinisial S , meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Kendari.

M mengembuskan napas terakhir pada Senin (17/8/2026) dini hari. Sebelumnya, korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Buton Utara sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Kendari.

Kasat Reskrim Polres Buton Utara, IPTU La Ode Muh. Farid, membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan, informasi mengenai meninggalnya korban diterima pihak kepolisian dari keluarga korban.

“Korban penganiayaan tadi subuh meninggal dunia di rumah sakit Kota Kendari,” ujar Farid kepada media ini, Rabu (19/8/2026).

Menurut Farid, kondisi korban sebelumnya sempat mendapat penanganan medis di RSUD Buton Utara. Namun, karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke RSUD Kendari.

Nahas, nyawa M tidak dapat diselamatkan. Jenazah korban selanjutnya dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

“Selanjutnya korban dipulangkan ke rumah orang tuanya di Desa Waode Buri, Kecamatan Kulisusu Utara untuk dimakamkan,” lanjutnya.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Desa Lelamo, Kecamatan Kulisusu Utara, pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Kejadian bermula ketika M mengajak S mengonsumsi minuman beralkohol. Saat keduanya sedang minum bersama, terjadi perselisihan yang membuat S tersulut emosi.

Perselisihan tersebut kemudian berujung pada aksi penganiayaan terhadap M.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka, di antaranya luka pada bagian kepala sebelah kanan serta luka robek pada bagian atas paha kiri.

Kasus tersebut kini ditangani oleh Polres Buton Utara. Polisi masih melakukan proses penyelidikan dan penanganan hukum terhadap S yang diduga sebagai pelaku penganiayaan. (**)

Comment