Pengedar Ngaku Terima Sabu dari Narapidana Lapas Kendari, HMI MPO Soroti Sistem Pengawasan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Lapas Kelas IIA Kendari mendapat sorotan menyusul penangkapan seorang pria berinisial YA (30), tersangka pengedar sabu di Kabupaten Konawe Selatan.

Penangkapan dilakukan pada Kamis dini hari, 28 Mei 2026, oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara. Dari tangan pelaku, petugas menyita sabu seberat 151,1 gram. YA mengaku memperoleh barang haram itu dari seorang narapidana Lapas Kelas IIA Kendari melalui komunikasi WhatsApp.

Kasus ini memicu perhatian Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Kendari. Menurut Kepala Bidang Advokasi dan Pergerakan HMI MPO Kendari, Gito Roles, peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap efektivitas pengawasan di lembaga pemasyarakatan tersebut. Ia juga menduga adanya indikasi keterlibatan oknum petugas.

“Kasus ini tidak terjadi begitu saja. Ada dugaan kuat yang harus ditelusuri secara mendalam, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum di dalam lapas,” ujar Gito saat ditemui di Kendari, Jumat malam, 19 Juni 2026.

Terkait hal itu, HMI MPO Kendari menyampaikan empat tuntutan:

Meminta Kapolda Sultra mengembangkan perkara hingga mengungkap aktor intelektual di balik jaringan yang diduga dikendalikan dari dalam lapas.

Mendesak Kepala Lapas Kelas IIA Kendari mengevaluasi sistem keamanan secara menyeluruh dan memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

Meminta Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sultra melakukan investigasi internal independen untuk mengungkap pelanggaran prosedur atau keterlibatan oknum.

Mendorong sinergi antara Polda Sultra dan Lapas Kendari membongkar jaringan tersebut hingga ke akar-akarnya tanpa pandang bulu.

Gito menegaskan pengungkapan kasus ini tidak boleh berhenti hanya pada pelaku lapangan. “Ini tidak boleh dipersempit sekadar perkara seorang pengedar. Oknum yang terlibat harus ditindak tegas,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, media masih berupaya meminta tanggapan resmi dari pihak Lapas Kelas IIA Kendari. (**)

Comment