Apes! Oknum ASN Terpedaya Kilauan Batu Merah Delima, Ratusan Juta Rupiah Raup

EDISIINDONESIA.id – Komplotan penipu menyasar seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Siak, Riau.

Korban berinisial Z alias ATAN (54) menjadi korban penipuan bermodus jual beli batu delima.

Menurut Kepala Satreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais, korban tertipu hingga ratusan juta rupiah.

“Korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah diperdaya oleh sindikat yang beranggotakan empat orang,” kata dia di Siak, Sabtu (30/5/2026).

AK Raja menjelaskan bahwa pengungkapan kasus penipuan itu berawal dari laporan korban.

“Keempat terduga pelaku sudah ditangkap petugas pada Senin (25/5) di Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru,” ucap Raja.

Anggota komplotan penipu itu ialah UN, IS, DR, dan YFP.

Para pelaku menjalankan aksinya dengan sangat lihai dan memiliki peran masing-masing untuk meyakinkan korban.

Modusnya adalah memperdaya korban dengan cerita seolah-olah korban merupakan orang yang berjodoh untuk memiliki batu merah delima bertuah dengan nilai miliaran rupiah.

Pelaku kemudian memperlihatkan batu yang dimasukkan ke dalam air dan memancarkan cahaya merah sehingga korban percaya.

Saat itu korban didatangi oleh beberapa pria tidak dikenal yang secara bergantian memainkan peran sebagai penjual, perantara, hingga sosok “bos” dari Singapura yang berpura-pura tertarik membeli batu tersebut dengan harga mencapai Rp 2,7 miliar.

Korban yang telah percaya kemudian diarahkan untuk ikut bersama pelaku menjemput uang pembayaran.

Dalam perjalanan, korban dibujuk membawa mobil lain beserta BPKB asli miliknya dan menjualnya pada sebuah ruang pamer mobil di Pekanbaru seharga Rp 50 juta.

Setelah uang hasil penjualan mobil berada di tangan korban, pelaku kembali menjalankan aksinya dengan mengajak korban singgah dan salat di sebuah masjid.

Saat itulah korban diminta meninggalkan tas berisi uang tunai Rp 50 juta, dompet, ponsel, serta barang berharga lainnya di dalam mobil pelaku.

Pelaku beralasan tidak boleh membawa barang ke dalam masjid, namun setelah korban selesai salat, kendaraan para pelaku telah menghilang dan korban baru menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan. (edisi/jpnn-ant)

Comment