MUNA, EDISIINDONESIA.id – Program Makan Bergizi (MBG) akhir-akhir ini tengah menjadi sorotan publik. Menu kering yang diberikan selama bulan Ramadan dinilai belum memenuhi standar gizi yang layak bagi siswa.
Hal serupa terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watopute, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), di mana dalam beberapa hari terakhir tidak ada susu dalam paket MBG yang disalurkan.
Dilakukan pantauan pada Senin (2/3/2026), siswa mendapatkan paket MBG berisi 1 roti, 1 sachet kacang goreng, 1 butir telur, dan 2 sachet buah kurma yang berjumlah 8 biji.
Ketika dikonfirmasi terkait ketiadaan susu dalam menu MBG, mitra SPPG Watopute, Adin, menyatakan bahwa stok susu saat ini sedang kosong.
“Susu saat ini menjadi barang langka. Semua agen susu yang kami datangi tidak memiliki stok. Sebelumnya kami pernah menggunakan pengganti berupa sari kacang hijau yang telah direkomendasikan, namun kini juga telah habis,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya memilih kurma sebagai bagian dari komponen buah dalam paket MBG. “Kurma tersebut diberikan dalam dua bungkus,” jelasnya.
Sebagai informasi, pekan lalu SPPG Watopute pernah mendapat sorotan dari orang tua siswa setelah ditemukan buah salak busuk dalam paket MBG yang disalurkan.(**)
Comment