EDISIINDONESIA.id- Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran bisa berimbas besar pada sepak bola! Mimpi Timnas Iran untuk berlaga di Piala Dunia 2026, yang salah satu tuan rumahnya adalah AS, terancam sirna.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan bahwa partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 berada di ujung tanduk akibat situasi geopolitik yang memanas.
Kemungkinan mundurnya Iran mencuat setelah serangan udara AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan yang menargetkan beberapa kota besar di Iran, termasuk Teheran, terjadi pada Sabtu (28/2/2026).
“Dengan kejadian hari ini dan serangan dari Amerika Serikat, kecil kemungkinan kami bisa menantikan Piala Dunia,” ujar Taj, seperti dilansir dari Marca. “Namun, keputusan akhir ada di tangan para pimpinan olahraga.”
Regulasi FIFA: Siapa Pengganti Iran Jika Mundur?
Jika Iran resmi mundur, FIFA telah menyiapkan regulasi. Slot yang kosong akan diisi oleh tim pengganti, biasanya runner-up dari play-off kualifikasi atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi terkait.
FIFA juga menjelaskan bahwa jika penggantian tidak memungkinkan karena masalah waktu, visa, atau perjalanan, slot grup dapat diberikan kepada tim pengganti dengan jadwal tetap, atau dilakukan penyesuaian susunan grup dalam kasus luar biasa.
Dua Kandidat Pengganti: UEA atau Irak?
Lalu, siapa yang berpeluang menggantikan Iran? Uni Emirat Arab (UEA) menjadi kandidat kuat karena merupakan tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos dari penyisihan zona Asia. UEA sempat melaju hingga play-off kontinental melawan Irak, namun kalah agregat 2-3.
Opsi lainnya adalah Irak, yang bisa dipromosikan langsung ke posisi Iran di Grup G. Dengan demikian, UEA akan menggantikan jatah Irak di babak play-off antarkonfederasi melawan Bolivia atau Suriname yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026.(edisi/fajar)
Comment