Adi Jaya Purnama Resmi Nahkodai IMI Kota Kendari, Siap Sukseskan Rakerprov IMI Sultra

KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Adi Jaya Purnama resmi menahkodai kepengurusan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Kendari periode 2026–2027.

Hal tersebut setelah Adi Jaya Purnama menerima langsung Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Nomor 011/IMI-Sultra/SK-Organ/A/I/2026 yang diserahkan oleh pengurus IMI Sulawesi Tenggara.

Adi Jaya bersama 14 pengurus baru IMI Kota Kendari siap melaksanakan program kerja, salah satunya menyukseskan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IMI Sultra.

Adi mengatakan kepengurusan IMI Kota Kendari rencananya akan dikukuhkan langsung oleh Ketua IMI Sultra, Anton Timbang, serta dihadiri Ketua KONI, Andi Adi Aksar.

“Rencananya pengukuhan kami IMI Kota Kendari di 31 Januari 2026 sekaligus kita sukseskan Musprov IMI Sultra,” ungkapnya.

Menurut Adi, kepengurusan yang diberikan IMI Sultra kepada dirinya bersama 13 anggota merupakan tanggung jawab untuk semakin memperkenalkan eksistensi organisasi kepada publik.

Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua IMI Sultra Anton Timbang yang telah memberikan kepengurusan IMI Kota Kendari guna melanjutkan program kerja yang telah disusun.

“Apalagi Kota Kendari Ibu kota provinsi, kami ingin ada kegiatan IMI yang aktif dan eksis,” ucapnya.

Adi juga menyampaikan bahwa di bawah kepengurusannya, IMI Kota Kendari siap berkolaborasi dengan KONI Kota Kendari untuk memajukan prestasi olahraga, khususnya cabang balap motor dan mobil.

Selain itu, lanjutnya, IMI Kota Kendari akan senantiasa mendukung program Pemerintah Kota Kendari melalui berbagai event otomotif serta melakukan sosialisasi keselamatan berkendara bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Kendari.

“Program kami juga nanti talk show berupa edukasi keselamatan berlalu lintas bersama Polantas dan komunitas otomotif,” ungkapnya.

Adi menambahkan, di bawah kepengurusannya, IMI Kota Kendari juga berupaya menyiapkan wadah atau sarana bagi pemuda yang memiliki hobi balap motor.

Wadah tersebut diharapkan dapat mengurangi aksi balapan liar yang marak dilakukan pemuda di Kota Kendari. Menurutnya, aksi balapan seharusnya dilakukan di lintasan balap, bukan di jalan umum yang membahayakan pengendara lain.

“Para pemuda yang balap liar ini mereka hanya kekurangan wadah untuk mengekspresikan bakat, jadi IMI berupaya mencarikan wadah sekaligus mengurangi aksi balap liar ini,” tuturnya.(**)

Comment