Kubu Nur Alam Buka Paksa Kantor Rektor Unsultra, Polemik Kepengurusan Makin Memanas

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Konflik kepengurusan Yayasan Pendidikan Tinggi Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali mencapai titik panas. Kamis (15/1/2026), pengurus yayasan yang diketuai mantan Gubernur Sultra Nur Alam melakukan pembukaan paksa terhadap Kantor Rektor Unsultra di Kendari.

Aksi tersebut menimbulkan ketegangan dengan staf rektorat dan bagian umum kampus. Pengurus yayasan versi Nur Alam datang bersama kuasa hukumnya dan meminta pembukaan pintu kantor dengan alasan akan menggelar rapat internal yayasan.

“Buka pintunya, kami mau rapat yayasan,” ujar salah satu kuasa hukum mereka di lokasi.

Permintaan tersebut tidak diindahkan staf bagian umum karena tidak ada persetujuan, sehingga terjadi bentrok kecil sebelum akhirnya pintu kantor dibuka paksa.

Setelah masuk, pengurus kubu Nur Alam langsung melaksanakan rapat yang mereka klaim sebagai agenda resmi yayasan.

Polemik kepengurusan Unsultra telah berlangsung berbulan-bulan dengan tidak adanya titik temu. Bahkan terjadi dualisme pelantikan rektor: Nur Alam sebelumnya memecat Prof. Andi Bahrun dan menunjuk Plt Rektor versi kubunya, namun pada Desember 2025, Prof. Andi Bahrun kembali dilantik sebagai Rektor oleh Ketua Yayasan versi M. Yusuf dengan kehadiran unsur pemerintah.

Akibat konflik ini, lingkungan kampus tetap penuh ketegangan dan aktivitas akademik tercatat sepi, menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa dan civitas akademika.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait langkah hukum atau upaya penyelesaian yang akan dilakukan untuk mengakhiri masalah yang menghambat proses pendidikan di Unsultra.(**)

Comment