KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Masalah penumpukan sampah di beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Kendari belakangan ini dipicu akibat kendala teknis dilapangan, Minggu (4/1/2026).
Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari Sahuriyanto meronda mengaku masalah tersebut berkaitan dengan pengalihan kewenangan pengelolaan keberhasilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) ke Kecamatan.
Lanjut, kata dia, hal ini membuat para petugas kebersihan dituntut untuk beradaptasi dengan sistem kerja yang baru.
Disisi lain, minimnya ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu faktor penghambat.
“Ketersediaan BBM masih dalam proses penyesuaian awal tahun anggaran. Ini menjadi salah satu kendala teknis yang sedang kami selesaikan bersama OPD terkait,” ujarnya.
Suasana libur tahun baru 2026 menjadi salah satu pemicu masalah. Pasalnya, sejumlah petugas tengah menikmati hari libur sementara volume sampah yang dihasilkan dari masyarakat makin banyak.
Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah penumpukan sampah tersebut.
Sebelumnya diberitakan, terdapat tiga titik penumpukan sampah di Kecamatan Kambu. Di jalan Jendral AH. Nasution Kelurahan Kambu tepatnya di depan Hotel Adipati terlihat tumpukan sampah rumah tangga yang sudah menggunung. Bahkan saking banyak, bak sampah yang disediakan tak mampu lagi menampungnya.
Selanjutnya, di Jalan HEA. Mokodompit Kelurahan Lalolara tepatnya didepan Lorong Beringin sampah plastik dibiarkan menumpuk secara memanjang diatas trotoar.
Kemudian, di Jalan Orinunggu Kelurahan Padaleu tepatnya didepan Gerbang BTN Kendari Permai memperlihatkan kondisi tumpukan sampah sepanjang sekitar 20 meter.
Tumpukan sampah tersebut menimbulkan aroma tidak sedap yang sangat mengganggu, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi.
Warga berharap Pemkot kendari dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah cepat dan serius dalam menangani persoalan sampah, agar kebersihan lingkungan dan wajah Kota Kendari tetap terjaga. (**)
Comment