KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kota Kendari menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I periode 2025–2030 di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Sabtu (15/11/2025).
Forum ini menjadi ruang penyusunan langkah kelembagaan dan arah kerja organisasi untuk lima tahun ke depan.
Sekretaris Daerah Kota Kendari sekaligus Ketua Harian DPD LAT, Amir Hasan, menegaskan bahwa Rakerda merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pengurus dalam menjaga nilai adat, budaya, dan sosial masyarakat Tolaki.
Ia juga mengingatkan bahwa sebelum forum ini telah dilaksanakan Musyawarah Daerah Adat (MUSDATDA) sekaligus pengukuhan atau pomborehu’a pengurus DPD LAT Kota Kendari periode 2025–2030.
“Pengukuhan bukan sekadar seremonial pergantian struktur, tetapi bentuk tanggung jawab baru untuk melanjutkan tugas adat yang diwariskan para leluhur. Menjadi bagian dari adat Tolaki adalah pengabdian, nilai moral, dan komitmen menjaga warisan budaya mepokoaso,” ujar Amir Hasan.
Ia menekankan bahwa Rakerda harus menjadi ruang konsolidasi dan penyelarasan program kerja. Setiap bidang dan seksi diharapkan fokus pada langkah-langkah strategis yang berdampak bagi masyarakat, sehingga LAT dapat tampil sebagai lembaga adat yang responsif dan berpengaruh.
Amir Hasan juga mengingatkan pentingnya keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat.
“Lembaga Adat Tolaki bukan hanya milik pengurus, tetapi milik seluruh masyarakat Tolaki. LAT harus menjaga marwah organisasi dan menjadi teladan dalam sikap, ucapan, serta tindakan,” tandasnya.
Ketua Umum LAT Kota Kendari, Sri Yastin Asrun menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan menyambut kehadiran pengurus Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) se-Kota Kendari yang akan dilantik dalam rangkaian kegiatan.
Ia menegaskan bahwa FPK diharapkan menjadi pilar dalam memperkuat nilai kebangsaan serta mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya persatuan. Para pengurus diminta untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Mengakhiri sambutannya, Sri Yastin kembali menegaskan nilai luhur adat Tolaki: “Inae konasara ie pinasara, inae liasara ie pinekasara,” sebagai pedoman moral dalam menjalankan amanah organisasi demi keharmonisan dan kemajuan masyarakat Kota Kendari.(**)
Comment