MUNA, EDISIINDONESIA.id – Bangunan dua lantai pasar Laino yang dibangun menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022 lalu hingga kini masih sepi dari aktivitas para penjual untuk berdagang.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Muna, Hardani Muuri, mengatakan untuk urusan pembagian kios telah selesai hanya saja belum digunakan oleh sebagian besar pedagang.
“Semua kios itu sudah lama dilot dan ada pemiliknya. Ada yang sudah pakai dan ada yang hanya isikan barang tetapi belum pakai menjual,”ujar Kadis, Selasa (4/11/2025).
Hardani bilang pedagang belum pakai menjual, dengan alasan sepi pembeli meskipun telah diberi dua akses jalan dari depan yang memudahkan masyarakat yang ingin berbelanja.
“Dinas sudah berkali-kali beri perintah dan himbauan untuk dibuka kios nya tapi paling beberapa hari saja mereka buka terus berhenti lagi dengan alasan tidak ada pembeli,” ungkapnya.
Kendati demikian, lanjut dia, meskipun para pedagang tidak buka berjualan tapi sebagian besar tetap membayar retribusi.
Wanita berhijab tersebut menandaskan bangunan pasar baru tersebut terdiri dari 130 kios dengan beragam jenis dagangan seperti sembako, pakaian jadi, sepatu, tas hingga penjahit dan penjual pupuk.
“Banyak juga pedagang buka di pagi hari karena bersamaan dengan pembongkaran sayur.” Pungkasnya. (**)
Comment