MUNA, EDISIINDONESIA.id – SMAN 1 Raha (SMANSARA) terus berkomitmen membangun karakter positif dan kedisiplinan peserta didik melalui berbagai program pembiasaan di lingkungan sekolah.
Salah satu upaya yang diterapkan adalah pembiasaan membaca kitab suci bagi siswa yang datang terlambat ke sekolah.
Sebagai bagian dari pembinaan karakter, siswa yang datang terlambat diarahkan untuk mengikuti kegiatan pembiasaan di laboratorium agama.
Bagi siswa muslim, kegiatan dilakukan dengan membaca al-qur’an, sedangkan siswa non-muslim diarahkan untuk membaca kitab suci sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.
Kegiatan ini tidak semata-mata dimaksudkan sebagai bentuk konsekuensi atas keterlambatan, tetapi juga menjadi sarana edukatif untuk menanamkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, tanggung jawab, serta refleksi diri kepada peserta didik.
Melalui pembiasaan tersebut, SMANSARA berupaya menciptakan budaya sekolah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang berakhlak, bertanggung jawab dan menghargai keberagaman.
Kepala SMAN 1 Raha Achmad Djaya Adi dan para guru berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh siswa untuk lebih menghargai waktu dan meningkatkan kedisiplinan.
“Pada saat yang sama, pelaksanaan kegiatan di laboratorium agama menjadi ruang bagi setiap peserta didik untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sesuai agama dan kepercayaannya,” ungkapnya, Rabu (30/9/2026).
Dengan semangat “Datang tepat waktu, belajar dengan sungguh-sungguh dan tumbuh menjadi pribadi berkarakter”, SMANSARA terus membangun lingkungan sekolah yang religius, disiplin, toleran dan berintegritas. (**)
Comment