Tenun Masalili Muna Sabet Juara Dua di Pameran Keriyanusa 2026

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Tenun Masalili Muna tampil memukau diajang Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026, yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di JCC Jakarta, sejak tanggal 20-30 September.

Salah satu tenun ternama dari Kabupaten Muna itu mampu menyabet juara dua untuk kategori textil diantara 427 daerah lain yang ikut serta dalam ajang bergengsi tersebut.

Ketua Dekranasda Muna, Prof. Dr. Hj. Leomo Bachrun menyampaikan rasa haru dan bangga atas prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para pengrajin tenun Masalili ditingkat Nasional.

Prestasi ini kata Hj Leomo adalah bentuk pengakuan terhadap kualitas tenun Masalili. Ia memaparkan, tenun Masalili memiliki keunikan tersendiri, dimana proses penenunannya menggunakan tehnik yang disebut tehnik Soby.

“Alhamdulillah tenun Masalili telah menembus pasar Nasional dan kualitasnya sudah diakui. Hasil tenunannya berbeda antara motif dibagian luar kain dan bagian dalam kain,” ujarnya.

Prof Leomo melanjutkan, selain dihasilkan melalui tehnik Soby, kualitas tenun Masalili juga tergambar dari perpaduan dan kombinasi motif yang indah diatas rangkaian benang yang padat.

Ia berharap, para pengrajin tenun di Muna terus semangat melahirkan karya-karya tenun yang indah dan diminati pasar.

Ia juga berharap, hasil kerajinan tenun ini tak hanya dipasarkan secara online tapi bisa dikembangkan melalui bisnis online di media internet mengikuti perkembangan pasar saat ini.

Tak hanya memamerkan tenun Masalili, Dekranasda Muna juga memamerkan kerajinan nentu dalam pameran Kriyanusa 2026.

“Untuk kerajinan nentu Kabupaten Muna masuk dalam sepuluh besar. Kedepannya, Dekranasda Muna akan terus memperkuat pembinaan untuk pengembangan kerajinan nentu maupun tenun,” timpalnya.

“Fokus kami kedepan, akan melakukan pembinaan kepada para pengrajin nentu dan kayu,” tandasnya.

Sebagai Ketua Dekranasda Muna, Prof Leomo menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk lokal, khususnya tenun.

“Bagi para pengrajin tenun, teruslah semangat berkarya. Yang bukan pengrajin tenun, mari kita jadi pengguna dan bercerita tentang tenun.”Tutupnya. (**)

Comment