MUNA, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang diselenggarakan secara virtual oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Jumat, 5 September 2025.
GPM di Muna hari ini berlokasi di halaman kantor Kecamatan Katobu, dan terlihat antusiasme masyarakat yang berdatangan untuk membeli kebutuhan pangan.
Bupati Muna melaporkan kepada Gubernur Sultra bahwa pada minggu pertama September, harga beras di Muna mengalami penurunan.
“Harga beras premium Rp 16.400/kg, beras medium super Rp 15.600, dan beras medium Rp 15.200. Selisih harga jenis beras ini bervariasi antara Rp 400 hingga Rp 800 dibandingkan dua bulan sebelumnya,” ujar Bupati Muna, Bachrun.
Ia menjelaskan bahwa penurunan harga beras ini disebabkan oleh kegiatan pasar murah yang gencar dilaksanakan oleh TPID Muna, Kodim, dan Polres Muna bekerja sama dengan Bulog Raha.
“TPID Muna juga sangat aktif melaksanakan inspeksi mendadak pasar dan selalu mengevaluasi harga pasar,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Muna dari bulan Mei hingga minggu keempat Agustus 2025.
Beliau menerangkan bahwa pada bulan Mei terjadi deflasi karena penurunan harga telur ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah. Sementara pada bulan Juni terjadi inflasi karena kenaikan harga beras, cabai merah, dan pisang. Hal serupa terjadi di bulan Juli yang disebabkan oleh kenaikan harga beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai merah, dan cabai rawit.
Namun, pada bulan Agustus kembali terjadi deflasi karena penurunan harga beras, daging ayam ras, dan cabai merah.
Bupati juga menyampaikan bahwa stok komoditas untuk gerakan pangan murah hari ini meliputi: beras SPHP 2.000 kg, minyak goreng kita 200 liter, gula pasir 200 kg, bawang merah dan bawang putih masing-masing 150 kg, serta telur 300 rak.
Asisten II La Ode Sairuddin menambahkan bahwa Pemda Muna memberikan subsidi untuk komoditas yang dipasarkan dalam gerakan pangan murah. “Setiap komoditas disubsidi berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 5.000,” ucapnya. (**)
Comment