Harga Pangan Lebih Murah dari Pasar, Pemprov Sultra Gelar GPM di 8 Daerah

KENDARI, EDISIINDONESIA.id -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di delapan kabupaten/kota.

Giat ini sebagai langkah strategis menjaga stabilisasi pasokan, keterjangkauan harga pangan, sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Untuk Kota Kendari, kegiatan dipusatkan di GOR Apriyani, Jalan Sao-Sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.

Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya, beras SPHP 5 kg Rp58.000, minyak goreng Minyak Kita Rp15.500/bantal, gula Manis Kita Rp17.500/kg, telur ayam Rp52.000/rak, bawang merah Rp28.000/kg, tomat Rp9.000/kg, ikan layang Rp20.000/kg, hingga ikan bandeng Rp25.000/kg.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan strategi intervensi untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan global.

“Tantangan ketahanan pangan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, gangguan distribusi, hingga daya beli masyarakat. Negara harus hadir menjamin akses pangan yang terjangkau, aman, dan bergizi, terutama bagi kelompok rentan,” tegasnya.

Andi menyebut, Sultra saat ini berada di posisi kelima nasional terkait inflasi pangan. Karena itu, stok beras SPHP yang mencapai 1,3 juta ton harus segera disalurkan agar harga semakin terkendali.

“Ke depan, GPM ini harus menjangkau desa dan kecamatan, karena masyarakat di wilayah itulah yang paling terdampak fluktuasi harga,” tambahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, menegaskan bahwa GPM merupakan tindak lanjut dari arahan nasional. Menurutnya, ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai.

“Pertama, menyediakan bahan pangan pokok dengan harga lebih murah dari pasar. Kedua, menjembatani produsen langsung ke konsumen. Ketiga, menekan laju inflasi daerah akibat fluktuasi harga pangan,” jelas Ari.

Kegiatan GPM kali ini berlangsung serentak di Kota Kendari, Kolaka, Bombana, Konawe Selatan, Muna, Buton Utara, Buton Selatan, dan Wakatobi.

Sejumlah instansi turut berkolaborasi, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra. Selain itu, kegiatan juga melibatkan 15 pelaku usaha atau distributor pangan di Kota Kendari.(**)

Comment