KONAWE, EDISIINDONESIA.id– Julukan “Kampung Buah” yang melekat pada Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, bukanlah sekadar sebutan tanpa makna. Dari 11 desa, semuanya memiliki potensi perkebunan yang besar. Desa Langgea, khususnya, semakin dikenal sebagai sentra produksi semangka dan melon unggulan.
Terletak pada ketinggian 77 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Langgea diberkahi lahan subur yang ideal untuk pengembangan hortikultura. Kondisi alam ini menjadikan pertanian sebagai pilar utama ekonomi masyarakat setempat.
Hampir setiap musim panen, semangka dari Langgea membanjiri pasar lokal hingga Pasar Baruga di Kota Kendari, serta berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara. Produksi melimpah ini mengukuhkan julukan “Kampung Semangka” bagi desa ini.
Kepala Desa Langgea, Suharto Handoko, mengungkapkan bahwa total lahan perkebunan mencapai lebih dari 100 hektare. Dari jumlah tersebut, 50 hektare telah digarap aktif, sementara sisanya masih berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Selain semangka, warga juga menanam melon, tomat, cabai, kacang panjang, hingga pare. Hasil panen ini tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menopang pasar dan perekonomian masyarakat,” jelas Suharto.(**)
Comment