Situasi Perang di Timur Tengah Mulai Dingin, Harga BBM AS Turun Signifikan

EDISIINDONESIA.id- Harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan, mencapai rata-rata 3,15 Dolar AS (Rp51 ribu) per galon untuk bensin reguler.

Penurunan sebesar 0,36 Dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu ini diperkirakan akan menghemat pengeluaran warga AS hingga 500 juta Dolar AS (Rp8 triliun) selama libur Kemerdekaan (4/7/2025)

Penurunan harga ini dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah gencatan senjata antara Israel dan Iran.

Meskipun demikian, fluktuasi harga masih diprediksi terjadi hingga Agustus, dipengaruhi oleh permintaan dan operasional kilang.

Analis memperkirakan harga dapat turun di bawah 3 Dolar AS per galon setelah musim liburan panjang, seiring peralihan produksi kilang ke campuran musim dingin yang lebih murah.

Namun, potensi badai di Teluk Meksiko dan situasi di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.

Stabilitas di Timur Tengah dan minimnya badai besar di AS menjadi kunci utama untuk mencapai harga rata-rata nasional di bawah 3 Dolar AS per galon pada akhir musim panas.(edisi/rmol)

Comment