KONAWE, EDISIINDONESIA.id- Stunting, kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, bukan hanya masalah pertumbuhan fisik. Dampaknya yang luas meliputi kecerdasan, produktivitas, dan masa depan generasi bangsa.
Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan tegas menjadikan penurunan angka stunting sebagai prioritas utama.
Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, menyatakan bahwa penanganan stunting merupakan bagian integral dari visi pembangunan masyarakat Konawe yang sejahtera.
Komitmen ini diwujudkan melalui program terpadu lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Dukungan penuh dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe, di bawah kepemimpinan Hj. Hania, sangat krusial.
Gerakan “Konawe Bebas Stunting” mengajak seluruh masyarakat, mulai dari kader kesehatan hingga tokoh adat, untuk berpartisipasi aktif. Ajakan “Stop Stunting! Ciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan ceria,” menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat.
Strategi pemerintah meliputi edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan rutin ibu dan anak, peningkatan sanitasi lingkungan, dan penyediaan makanan tambahan bagi balita.
Kolaborasi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan, menciptakan generasi Konawe yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(**)
Comment