Damai Half Marathon 2025, Sekda Sultra: Simbol Harmoni Sosial

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadiri Damai Half Marathon Tahun 2025 yang berlangsung di kawasan Car Free Day depan Taman Kota Kendari, Minggu (29/6/2025).

 

 

Acara ini terbagi dalam tiga kategori: 21 kilometer (half marathon), 10 kilometer, dan 5 kilometer.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sultra, Asrun Lio menyampaikan sambutan di tengah suasana yang penuh semangat.

 

Ia menekankan pentingnya menjadikan lari bukan hanya sebagai olahraga rekreasi, namun sebagai gaya hidup sehat dan alat pemersatu bangsa.

 

“Lari adalah olahraga yang sederhana namun berdampak besar. Kita tidak hanya menjaga kebugaran, tapi juga membentuk mental yang tangguh dan mempererat hubungan antarmasyarakat tanpa melihat latar belakang,” ujarnya.

 

Asrun Lio menambahkan bahwa, kegiatan seperti Damai Half Marathon ini merupakan investasi sosial dan kesehatan yang penting bagi daerah.

 

 

Menurutnya, masyarakat yang sehat akan menghasilkan generasi yang produktif dan siap bersaing, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global.

 

“Kesehatan adalah modal dasar. Jika kita sehat, maka kita mampu berkontribusi maksimal bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tambahnya.

 

Damai Half Marathon bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga simbol harmoni sosial. Para peserta datang dari berbagai latar belakang pelajar, pekerja, aparat, hingga komunitas pelari dari luar Selain diramaikan pelari lokal Sulawesi Tenggara, ikut juga sejumlah pelari dari beberapa wilayah di Pulau Sulawesi. (**)

Damai Half Marathon 2025, Sekda Sultra: Simbol Harmoni Sosial

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadiri Damai Half Marathon Tahun 2025 yang berlangsung di kawasan Car Free Day depan Taman Kota Kendari, Minggu (29/6/2025).

Acara ini terbagi dalam tiga kategori: 21 kilometer (half marathon), 10 kilometer, dan 5 kilometer.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sultra, Asrun Lio menyampaikan sambutan di tengah suasana yang penuh semangat.

Ia menekankan pentingnya menjadikan lari bukan hanya sebagai olahraga rekreasi, namun sebagai gaya hidup sehat dan alat pemersatu bangsa.

“Lari adalah olahraga yang sederhana namun berdampak besar. Kita tidak hanya menjaga kebugaran, tapi juga membentuk mental yang tangguh dan mempererat hubungan antarmasyarakat tanpa melihat latar belakang,” ujarnya.

Asrun Lio menambahkan bahwa, kegiatan seperti Damai Half Marathon ini merupakan investasi sosial dan kesehatan yang penting bagi daerah.

Menurutnya, masyarakat yang sehat akan menghasilkan generasi yang produktif dan siap bersaing, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global.

“Kesehatan adalah modal dasar. Jika kita sehat, maka kita mampu berkontribusi maksimal bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tambahnya.

Damai Half Marathon bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga simbol harmoni sosial. Para peserta datang dari berbagai latar belakang pelajar, pekerja, aparat, hingga komunitas pelari dari luar Selain diramaikan pelari lokal Sulawesi Tenggara, ikut juga sejumlah pelari dari beberapa wilayah di Pulau Sulawesi. (**)

Comment