BUTUR, EDISIINDONESIA.id – Kapal Tongkang TB. Iska 1165 karam dihantam gelombang dan angin kencang akibat cuaca buruk di sekitar perairan Desa Lantagi, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur).
Kejadian ini berlangsung usai TB. Iska 1165 memuat material bertolak dari arah pelabuhan Ereke menuju Kendari. Dimana kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Sabtu (27/6/2025).
Kapolres Butur AKBP Totok Budi S melalui Kabag Ops Polres Butur, AKP La Ondo mengungkapkan peristiwa itu bermula saat kapal TB. Iska 1165 bertolak dari Pelabuhan Ereke pada Jumat sore, 27 Juni 2025 pukul 15.00 WITA, dengan tujuan Pelabuhan Kendari.
Namun, kapal dihantam ombak besar akibat cuaca buruk saat berada di perairan sekitar Desa Lantagi.
AKP La Ondo memjelaskan, sekitar pukul 21.00 WITA, kapal mengalami hantaman badai berupa gelombang tinggi dan angin kencang, hingga akhirnya karam.
Dimana, menurut keterangan saksi Yulisolu (37) yang merupakan pelaut asal Konawe. Dua orang Anak Buah Kapal(ABK) melompat kelaut untuk menyelamatkan diri, namun naas, salah satunya bernama Antonius diduga tenggelam karena tidak mahir berenang.
Sementara rekannya berhasil selamat dan kini sedang menjalani pemeriksaan di RSUD Buton Utara.
“Sekitar pukul 04.00 WITA, Kepala Desa Lantagi, Ramai Saleh, melaporkan penemuan jenazah pria yang terdampar di pesisir pantai tersebut. Mendapat laporan itu, tim gabungan dari Polres Buton Utara, Ditpolairud Polda Sultra, dan warga setempat segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Buton Utara,” ungkap AKP La Ondo.
Selain itu, keempat ABK lainnya berhasil diselamatkan dan kini tengah beristirahat di salah satu Hotel Ereke.
Menurut AKP La Ondo, pihak keluarga korban Antonius menolak proses autopsi yang keputusannya telah dituangkan dalam berita acara resmi dengan disaksikan pihak kepolisian.
Atas insiden itu, sebagai langkah antisipasi, Polres Buton Utara mengimbau seluruh nelayan dan pelaut agar lebih berhati-hati dan selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Syahbandar dan menempatkan Bhabinkamtibmas di pelabuhan untuk memberikan edukasi tentang keselamatan pelayaran kepada masyarakat selama masa cuaca buruk,” pungkasnya. (**)
Comment