Gejolak Jelang Muktamar PPP: Haji Isam dan Amran Sulaiman di Tengah Perdebatan

EDISIINDONESIA.id- Menjelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Agustus-September 2025, dinamika politik internal partai kian memanas.

Munculnya nama-nama calon Ketua Umum dari luar partai, khususnya pengusaha Kalimantan Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, memicu perdebatan di kalangan kader.

Kabar keterlibatan Haji Isam dalam upaya mengusung Amran Sulaiman sebagai Ketum PPP beredar luas. Juru bicara DPP PPP, Usman Tokan, menyarankan pertanyaan tersebut diajukan langsung kepada Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, M. Romahurmuziy (Gus Romi).

“Kalau soal keterlibatan Bapak Haji Isam terkait Pak Amran, silakan ditanyakan ke Gus Romi,” ujar Tokan.

Tokan mengakui Amran Sulaiman masuk bursa calon Ketum, namun ia menegaskan ketidakpastian minat Amran. “Apakah Pak Amran berminat atau tidak, kami juga tidak tahu.

Hanya mendengar kabar bahwa beliau telah membangun komunikasi dengan pengurus di Sulawesi setelah namanya muncul di media. Respons kader beragam, ada yang senang, banyak pula yang menolak,” jelasnya.

Penolakan tersebut, menurut Tokan, muncul karena sejumlah kader mempertanyakan kontribusi figur eksternal partai, terutama mengingat performa buruk PPP di Pemilu Legislatif 2024. “(Kader) mempertanyakan, ketika PPP berjuang keras di Pemilu Legislatif 2024, para kandidat eksternal ini berada di mana?” tukas Tokan.

Situasi ini menunjukkan adanya pertarungan sengit dalam perebutan kepemimpinan PPP menjelang Muktamar mendatang.(edisi/rmol)

Comment