Sahrul Gunawan Minta Putranya Masuk UI Meski Lolos di UGM, Bantah Terkait Kasus Ijazah Jokowi

EDISIINDONESIA.id – Artis yang juga mantan Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan mengklarifikasi perihal keputusannya menyarankan anaknya tidak kuliah di Universitas Gadja Mada (UGM), meski lolos masuk di kampus tersebut.

Pasalnya, Sahrul Gunawan mendapati netizen mengaitkan keputusannya itu dengan kasus ijazah mantan presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), yang diragukan lulus dari UGM.

“Dari kemarin, saya banyak di tag kawan terkait pemberitaan media setelah mewawancarai saya di suatu acara, mengenai kelulusan anak saya.

Saya perlu mengklarifikasi karena banyak yang menghubungkan dengan hal lain yang tidak terkait,” jelas Sahrul Gunawan di postingan Instagram-nya, Jumat, 23 Mei 2025.

Sahrul Gunawan menegaskan, putranya yang bernama Ezzar adalah alumni SMA Garuda Cendikia yang mengikuti tes masuk UGM untuk program double degree dan lolos.

Namun, dirinya dan mantan istrinya, ibu kandung Ezzar sepakat untuk memotivasi putranya dengan mengikuti test di Universitas Indonesia untuk program yang sama, sehingga batal masuk UGM.

“Pertimbangannya karena agar tetap dekat dengan ibunya di Jakarta sehingga tidak perlu ngekos. Kenapa? Bukan tidak ingin mengajarkan anak untuk mandiri atau membebaskan anak memilih jurusan yang diinginkan, bukan,” jelasnya.

Tetapi, sebagai orang tua, dirinya dan ibu kandung Ezzar mengetahui bagaimana yang terbaik untuk untuk anak mereka.

“Dan, tidak perlu kami sampaikan juga kepada publik apa alasannya kan? Apalagi dikaitkan dengan masalah ijazah palsu UGM, menggiring opini bahwa saya meragukan kredibilitas kampus UGM gara-gara Mulyono. Siapa Mulyono? Tokoh fiktif?,” tukasnya.

Sahrul pun mengemukakan pendapatnya soal kasus ijazah Jokowi. “Saya adalah salah satu yang meyakini bahwa bapak Jokowi berijazah asli lulusan UGM,” ungkapnya.

Dia menegaskan bosan dengan pemberitaan mengenai dugaan ijazah palsu itu. “Apa enggak ada lagi hal yang penting untuk di blow up, yang lebih substantif, yang membangun, untuk bangsa ini?,” tandasnya.

“Jangan lupa bapak @jokowi pernah jadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI, Presiden dua periode, tentu sudah dilakukan verifikasi data bertingkat-bertingkat saat pencalonannya. Beliau sudah berkontribusi banyak bagi bangsa ini. Apa gunanya dipermasalahkan setelah beliau selesai menjabat?,” sambungnya.

Dia menyatakan lebih baik menghabiskan energi untuk hal-hal yang positif. “Kalau kita tidak menjadikan rasa kebangsaan dan hanya aspek politis sebagai dasar untuk melangkah, bagaimana kita mau maju?,” tuturnya.

Sahrul Gunawan mengajak semua pihak fokus dengan banyak persoalan lain di negara ini. “PR kita masih banyak, kita fokus saja untuk kemajuan bangsa ini ke depan,” pungkasnya. (edisi/pojoksatu)

Comment