KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) akan menggelar Jambore Tangguh Bencana 2025 pada 19-21 April 2025 di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sultra, Muh Yusup, mengatakan Jambore Tangguh Bencana ini merupakan inovasi dari Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan wakilnya Hugua yang melihat bahwa lima tahun terakhir ini eskalasi daripada bencana yang terjadi di Sultra begitu tinggi.
Kegiatan ini juga merupakan salah satu inovasi dalam program Quick Win 100 Hari Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, ASR-Hugua. Dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi bencana melalui simulasi, edukasi, dan pelatihan.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar lebih tanggap terhadap situasi darurat. Risiko bencana dapat dikurangi jika masyarakat memahami langkah-langkah penanggulangannya,” katanya, Sabtu (8/3/2025).
Lanjut, mantan Pj Wali Kota Kendari ini menyampaikan tujuan khusus dari Jambore Tangguh Bencana 2025 antara lain meningkatkan keterampilan dalam penanganan bencana, memperkuat koordinasi antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Membangun jiwa korsa di antara pemangku kepentingan kebencanaan, mengintegrasikan teknologi dalam mitigasi dan tanggap darurat, serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk pengelolaan bencana yang lebih baik.
Dari kegiatan ini diharapkan terbentuknya jejaring relawan kebencanaan di Sultra, peningkatan koordinasi antara media dan pemerintah dalam penyebaran informasi bencana, meningkatnya kapasitas individu dan komunitas dalam kesiapsiagaan bencana, serta terciptanya budaya tanggap bencana di masyarakat.
Mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi: Membangun Ketangguhan Bersama untuk Sulawesi Tenggara yang Siaga Bencana,” Jambore ini memiliki serangkaian agenda penting.
Pada hari pertama, kegiatan akan diawali dengan pembukaan acara, workshop peran media dalam kebencanaan, latihan pembentukan jiwa korsa dan team building, serta diskusi panel sinergi antara media, BPBD, BMKG, dan TNI-Polri.
Hari kedua akan diisi dengan simulasi penanganan bencana skala besar, termasuk gempa bumi dan tsunami, latihan operasi SAR, manajemen pengungsian, logistik, serta komunikasi darurat.
Sedangkan hari ketiga sebagai puncak acara akan diadakan apel siaga kebencanaan dan rapat koordinasi final. Serta pemberian bantuan oleh Gubernur Sultra kepada kurang lebih 200 an korban gempa. (**)
Comment