MUBAR, EDISIINDONESIA.id – Seorang remaja di Kabupaten Muna Barat mengalami luka serius setelah dipukul menggunakan benda keras saat menghadiri acara lulo di Desa Ondoke, Kecamatan Sawerigadi, pada Sabtu malam, 22 Februari 2025.
Akibat dari kejadian itu, korban harus menerima 12 jahitan di wajahnya.
Ayah korban, AS, mengatakan anaknya tiba-tiba dipukul dari belakang oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya.
“Tiba-tiba saja ada orang pukul anakku pakai bogeng dari arah belakang. 12 jahitan semua,” ujarnya.
Keluarga baru melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sawerigadi lima hari setelahnya, tepatnya pada 27 Februari 2025. Kapolsek Sawerigadi, Ipda Achmad, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Saat ini kepolisian masih memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap pelaku,” kata Ipda Achmad, Minggu, 2 Maret 2025.
Sebagai bagian dari proses hukum, polisi telah meminta visum dari Puskesmas Lawa, tempat korban sebelumnya mendapatkan perawatan. Pihak kepolisian juga telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada keluarga korban.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan untuk mengungkap pelaku di balik insiden tersebut. (**)
Comment