DPRD Kendari Ancam Segel THM Exodus, Manipulasi Pajak dan Pelanggaran Izin Disorot

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Tempat Hiburan Malam (THM) Exodus kembali menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Kendari pada Jumat (20/12/2024).

Dalam RDP tersebut, muncul ancaman tegas untuk menyegel Exodus jika terbukti ada pelanggaran serius dalam operasionalnya.

RDP ini digelar menyusul aksi massa yang mengatasnamakan Koalisi Aktivis Mahasiswa, Pemuda, dan Ormas (Kompas) Sultra sehari sebelumnya, pada Kamis 19 Desember 2024.

Massa menggeruduk Exodus dengan tudingan serius terkait manipulasi pajak, pelanggaran izin, pengelolaan parkir, hingga jam operasional yang dinilai tidak sesuai regulasi.

Presidium Konsorsium Kompas Sultra, Andri Togala, dalam pernyataannya saat RDP di Kantor DPRD Kendari, menuding Exodus telah melakukan manipulasi besar-besaran dalam pelaporan pajak.

“Omzet dari tempat ini itu sampai miliaran rupiah dalam sebulan, bukan ratusan juta. Namun lagi-lagi satu yang menjadi dugaan besar kami bahwa dalam pembuatan laporan pajak itu ada manipulasi,” tegas Andri.

Selain itu, Andri juga menyoroti status izin operasional Exodus, pengelolaan lahan parkir yang semrawut, serta pelanggaran jam operasional yang terus dibiarkan.

Namun, upaya untuk mencari titik terang dalam RDP ini menemui kendala serius. Manajemen Exodus tidak hadir, sehingga diskusi hanya melibatkan Kompas Sultra, dinas terkait, dan anggota DPRD.

Ketua DPRD Kota Kendari, Jabar, memberikan pernyataan tegas bahwa tindakan penyegelan akan diambil jika pelanggaran Exodus terbukti.

“Kalau misalnya memungkinkan kita akan lakukan penyegelan. Namun kalau misalkan ternyata kita kaji dan mereka menyanggupi, kita akan biarkan mereka berjalan dengan kaidah yang sudah kita tetapkan,” ujar Jabar.

Lanjut Jabar juga mengungkapkan rencana kajian menyeluruh terhadap aktivitas Exodus, termasuk dugaan manipulasi pajak, kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, dan masalah lainnya yang menjadi sorotan masyarakat.

“Kami juga akan lakukan kunjungan kerja untuk menginvestigasi secara langsung masalah Exodus ini, terkait izinnya, karaokenya, dan masalah parkiran,” Tutupnya. (**)

Comment