EDISIINDONESIA.id- Penceramah sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, menuai kritik tajam setelah video ucapannya yang dianggap merendahkan seorang penjual es teh viral. Insiden tersebut terjadi saat Gus Miftah mengisi acara Magelang Bersholawat di Magelang, Jawa Tengah pada 27 November 2024.
Kritik tidak hanya datang dari kalangan politisi, tetapi juga dari masyarakat luas, termasuk sineas Joko Anwar. Dalam sebuah unggahan di X miliknya, Joko mengecam tindakan Gus Miftah yang dianggap tidak mencerminkan sikap seorang tokoh publik.
“Indonesia ini miskin keteladanan. Banyak pemimpin, pengayom, pendidik, yang seharusnya memberikan contoh baik, malah merendahkan manusia lain,” tulis Joko.
Joko merasa miris karena perilaku Gus Miftah justru dinormalisasi oleh para pendukungnya dan dianggap sebagai candaan yang lumrah. “Mereka pada bilang, gaya guyonannya memang begitu. Gila sih kalau manusia kayak gini masih dapat tempat terhormat di negeri ini,” tegas Joko.
Banyak yang menilai bahwa ucapan kasar tersebut tidak pantas keluar dari seorang Utusan Khusus Presiden yang seharusnya menjadi teladan moral. “Kalau nggak dicopot, ini kayak ngasih sinyal ke rakyat bahwa kelakuan kayak gini wajar. Nilai-nilai kemanusiaan kita makin nyungsep no hope,” tandas Joko Anwar.
Pernyataan Gus Miftah yang mengolok-olok pedagang es saat berkeliling di tabligh akbar dikecam warganet di beragam platform media sosial. “Es tehmu ijek okeh ora (es tehmu masih banyak)? Masih? Yo kono didol (ya sana dijual), goblok. Dol en ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (Jual dulu, kalau masih belum laku, ya sudah, takdir),” kata Gus Miftah.
Pernyataan Gus Miftah ini menuai kecaman luas dari publik. Banyak yang menilai bahwa ucapannya tidak pantas dan tidak mencerminkan sikap seorang tokoh publik.(edisi/rmol)
Comment