KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Baru beberapa hari yang lalu, warga kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan oleh penemuan seorang mayat pria di semak-semak di sekitar Jalan KS Tubun, wilayah Nanga-Nanga. Tepatnya pada hari Jumat siang 4 Oktober 2024.
Identitas korban kemudian terungkap setelah dilakukan visum luar oleh tim dokter forensik Biddokes Rumah Sakit Bhayangkara Kendari dihari yang sama. Korban diketahui berinisial LOH (25), seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) angkatan 2020 dari jurusan Pendidikan Teknologi Informasi.
dr Raja Al Fath Widya Iswara, dokter forensik yang memimpin pemeriksaan jenazah, mengungkapkan bahwa korban diperkirakan sudah meninggal antara 18 hingga 24 jam sebelum ditemukan. Beberapa luka yang ditemukan pada tubuh korban semakin menguatkan dugaan bahwa kematian korban disebabkan oleh kekerasan fisik.
Setelah penyelidikan lebih lanjut oleh Kepolisian, terungkap bahwa LOH memang adalah korban pembunuhan. Tim Buser 77 Satreskrim dan Unit Intelkam Polresta Kendari berhasil membekuk ketiga orang yang diduga sebagai dalang pembunuhan LOH.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, mengungkapkan bahwa terduga pelak, pria berinisial EN dan wanita inisial IN ditangkap lebih dulu oleh Tim Buser 77 Satreskrim dan Unit Intelkam Polresta Kendari di BTN Adam Al-Hafidz, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada hari Minggu 6 Oktober 2024.
“Benar, dua orang kami sudah tangkap lebih dulu,” Ukapnua, Senin (7/10/2024).
Lanjut, setelah menginterogasi kedua pelaku, pihaknya mendapat informasi adanya keterlibatan orang lain dalam kasus pembunuhan tersebut. Tim kemudian dikerahkan dan mencari keberadaan pelaku lain yang diketahui berada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tim pun bergerak ke sana dan berhasil meringkus pria berinisial ER.
“Satu orang ditangkap di Morowali. Totalnya ada tiga orang,” bebernya.
Sementara motif pembunuhan tersebut, dan peran masing-masing pelaku belum diketahui pasti. Namun saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Kendari. Sementara satu orang lagi masih dalam perjalan dari Morowali menuju ke kota Kendari. (**)
Comment