KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kontestasi politik di kota kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultr) semakin seruh. Bagaimana tidak, di menit-menit akhir pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Rasak pasangan dengan Afdal melengkapi 5 pasang kandidat calon walikota Kendari 2024.
Namun dengan adanya lima pasangan calon walikota kendari tentu semakin seruh dan bangus, karena semakin banyak pilihan masyarakan yang bisa menentukan calon-calon yang mana yang terbaik memimpin kota kendari lima tahun kedepan.
Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Awaluddin Ma’Aruf saat di hubungi via telefon, Kamis (29/8/2024).
Awaluddin Ma’aruf berpandangan secara politik lokal dengan adanya lima pasang calon tentu masyarakat punya alternatif-alternatif menentukan calon walikota yang terbaik, kemudian dengan adanya putusan Mahkama Konstitusi (MK) menjadi faktor utama memicu perubahan kontestasi politik di daerah-daerah termasuk kota kendari.
“Dengan keputusan MK banyak partai politik yang merubah dukungan kepada koalisi calon -calon tertentu,” katanya
Dengan adanya putusan MK salah satu yang di untungkan dari lima calon walikota ini adalah Abdul Rasak pasangan dengan Afdal, karena meraka bisa kemudian bermanufer ke partai-partai yang sebelumnya di arahkan dukungannya ke calon-calon lain,
“Ini menjadi pertanyaan kepada pasangan Siska dan Sudirman, kok bisa ya di tinggalkan dua partai Golkar dan PAN”, katanya.
Desen fakultas Ilumu Pemerintahan UMK ini menyebut, mengalihkannya dukungan Partai Golkar ke pasangan Aksan Jaya Putra (AJP) dan Andi Sulolipu (ASLI) sudah terdengar sejak partai Golkar dipimpin oleh Bahlil Lahadalia,
“Paska Bahlil jadi ketua umum banyak yang menduga ada perubahan-berubahan rekomendasi B1KWK dan ini terjadi dua rekomendasi berubah di Sultra yang sebelumnya merekemendasikan Siska -Sudirman kemudian berubah dukungan ke AJP- Andi Sulolipu untuk kota kendari dan dukungan Golkar sebelumnya di Muna ke Rajiun di alikan ke Kardini,” Ucap Awaluddin.
Awaluddin juga menyebut, Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi kejutan bagi pendukuang calon yang sebelumnya mendukung Siska-Sudirman justru di akhir-akhir masa pendadtaran berbelok ke pasangan Rasak-Afdal,
“Rasak dan Afdal ini intens melakukan lobi-lobi ke petinggi partai, apa lagi pasca musyawarah besarnya PAN di jakarta bisa saja ada evaluasi seluruh kader atau ada iput-input dan masukan-masukan untuk mendukung Rasak -Afdal di pilwali kota kendari.
Salaha satu ketertarikan PAN untuk mendukung Rasak-Afadal adalah elektabilitasnya diatas dan ini tidak bisa dipungkiri,
“Rasak ini ada rekam jejak di PAN kendari, artinya ada memori-memori masala lalu, apa lagi PAN ini mulai reduk di Sultra sehingga PAN butuhkan sosok seperti Rasak untuk membangkitkan semangat PAN khusunya di kota kendari,” tandanya. (**)
Comment