BPMP, BGP dan Kantor Bahasa Sultra Kolaborasi Gelar Festival Bulan Merdeka Belajar Tahun 2024

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru Penggerak (BGP) dan Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Festival Bulan Merdeka Belajar tahun 2024.

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan atau rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional, bertempat di Kantor BPMP Sultra, Jum’at (24/5/2024).

Dalam festival yang akan berlangsung mulai 24 hingga 26 Mei 2024 ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pameran, talk show, lomba video.

Kemudian berbagai praktik baik PBD, lokakarya PSP, gerakan sekolah sehat, karnaval PAUD, lomba mewarnai, lomba puisi bahasa tolaki dan penampilan bakat duta bahasa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio menyampaikan bahwa perayaan merdeka belajar menjadi momentum yang penting di tengah dinamika zaman.

Sebab pendidikan adalah pondasi utama bagi pembangunan yang berkelanjutan, oleh karena itu bulan merdeka belajar ini menjadi kesempatan yang sangat istimewa untuk bagaimana memamerkan, merayakan pengetahuan umum, memberdayakan pikiran.

“Dan menegaskan kembali komitmen kita untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi semua lapisan masyarakat tak terkecuali di provinsi Sultra,” katanya saat menghadiri Festival Bulan Merdeka Belajar 2024.

Kata dia, dalam merdeka belajar semua elemen masyarakat, baik dari pendidik, siswa, orang tua dan dinas terkait diajak untuk bersatu dan berkolaborasi.

“Kami (Pemprov Sultra) berkomitmen untuk terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan yang terbaik bagi masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPMP Sultra Junaiddin Pagala mengatakan pameran dan festival ini digelar untuk memberikan informasi kepada seluruh masyarakat, terkait capai-capaian yang dihasilkan dari kebijakan merdeka belajar yang telah mencapai 26 episode.

Produk-produk hasil merdeka belajar selama 26 episode yang dipamerkan ini, menandakan bahwa merdeka belajar efektif diterapkan di Sultra dalam mendukung kebijakan pemerintah.

Khususnya dalam rangka mencapai visi pendidikan Indonesia, yakni mewujudkan indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berpkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila.

“Tentu dalam setiap program itu selalu dilaksanakan evaluasi sebagai refleksi untuk memperbaiki bagaimana pengelolaan program dan kegiatan. Sehingga lebih efektif lagi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya. (**)

Comment