KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Wakil Ketua Bidang Pemenangan Dapil DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Alimusafar mendesak agar Plt Ketua Umum DPP PPP Mardiono segera mengundurkan diri.
“Mardiono harus segera mengundurkan diri dari jabatannya selaku Plt DPP, ini kegagalan kepemimpinan Mardiono dalam membawa partai tertua di republik ini,” tegas Alimusafar, Rabu (24/4/2024).
Kader PPP Sultra ini mengatakan, desakan ini muncul setelah melihat hasil Pemilu, dimana PPP terjerembab dan tidak dapat menempatkan kadernya di DPR RI.
Alimusafar menilai, kelemahan mendasar PPP di bawah kepemimpinan Mardiono adalah ketidak mampuan DPP dalam menjawab tanda-tanda zaman dan kehendak arus bawah umat, serta tidak mampu menggaet dukungan gen z.
“Mardiono selaku plt saat ini gagal,” ujarnya.
Pemuda yang saat ini menjabat sekretaris DPD KNPI Sultra juga menilai, selama ini Mardiono terlena dengan jabatan Plt. Sementara jabatan itu bukanlah hasil Muktamar.
“Mardiono mesti meletakkan plt saat ini. Jika dia punya nyali dan kader sejati PPP harusnya tahu diri dan mundur dari jabatan Plt Ketua umum. Apa susahnya sih,” ujar Alimusafar.
“Muhktamar Luar Biasa harus segera dilakukan. Sehingga di Pemilu 2029 PPP akan kembali menempatkan kadernya di Senayan,” tandasnya.
Diinformasikan, dalam rekapitulasi pileg 2024 oleh KPU, PPP memperoleh 5.878.777 suara dari total 84 daerah pemilihan (dapil). Jika berbanding dengan jumlah suara sah Pileg DPR RI 2024 di yang mencapai 151.796.630 suara, PPP hanya meraup 3,87% suara.
Hasil ini membuat PPP tidak mencapai ambang batas parlemen 4%, dan merupakan hasil terburuk PPP selama berkontestasi dalam pemilu Indonesia.
Sebagai perbandingan, pada pemilu 2019, PPP meraih 6.323.147 suara. Perolehan itu setara 4,52% sehingga partai berlambang Ka’bah itu mendapat 19 kursi di DPR RI periode 2019-2024. (**)
Comment