Polda Sultra Diminta Selesaikan Konfilk antara PT KDI dan Masyarakat Lingkar Tambang

KONUT, EDISIINDONESIA.id – Sebuah video beresar di media sosial menunjukkan aksi saling kejar dan saling serang antara dua kelompok masyarakat menggunakan senjata tajam.

Peristiwa itu diduga terjadi di area jetty PT Kartiko Pratama (AKP) di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Ketua Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konut, Jefri mengungkapkan, kerusuhan itu disebabkan konflik horizontal antara PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) dan masyrakat lingkar tambang.

“Masyarakat lingkar tambang ini menagih janji PT KDI terkait pembayaran royalty yang diduga tak kunjung dibayarkan,” ungkap Jefri, Senin (18/12/2023).

Olehnya itu, pihaknya meminta agar Polda Sultra dan Polres Konut segera menghentikan segala bentuk aktivitas pertambangan PT KDI serta aktivitas di jetty PT AKP sampai konflik tersebut diselesaikan.

“Saya meminta agar Polda Sultra dan Polres Konut untuk segera menyelesaikan konflik yang terjadi di Jetty PT AKP Site Lameruru,” pintanya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Jeje itu juga mendesak agar Syahbandar Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Molawe tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tongkang milik PT KDI yang sementara sandar di jetty PT AKP hingga penyelesaian konflik antara masyarakat lingkar tambang dan PT KDI.

“Kami meminta agar UPP Kelas I Molawe tidak menerbitkan SPB tongkang milik PT KDI yang sementara sandar di Jetty PT AKP hingga betul-betul masalah ini di selesaikan,” tegasnya.

Sementara, Kapolsek Wiwirano, Ipda Enos Kadang, saat dikonfirmasi mengatakan anggota kepolisian dari Polres maupun Polsek sudah melakukan penjagaan dan pengamanan di tempat kejadian.

“Saya masih di lapangan, tpi situasi sudah kondusif,” ucap Ipda Enos. (**)

Comment