Ridwan Kamil dan Airin Rachmi Diany Masuk TKD Prabowo-Gibran

EDISIINDONESIA.id – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diperkuat tokoh-tokoh daerah mumpuni untuk menakhodai Tim Kampanye Daerah (TKD).

Di Jawa Barat, TKN Prabowo-Gibran menunjuk mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Sementara di Banten, mantan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD).

“Yang menjadi Ketua TKD di Banten adalah ibu Airin Rachmi Diany,” kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/11/2023).

Nusron mengungkapkan bahwa Provinsi Banten yang memiliki sekitar tujuh juta pemilih, bisa menjadi kunci keberhasilan dan kemenangan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Provinsi Banten di Pulau Jawa dengan jumlah pemilih yang juga sangat padat yaitu sekitar 7 juta pemilih dan daerah yang sangat majemuk bisa menjadi kunci kemenangan daripada Pak Prabowo,” ungkap Nusron.

Ia mengatakan bahwa Airin yang pernah menjabat sebagai Walikota Tangerang Selatan selama dua periode itu, akan berkontribusi secara signifikan terhadap kemenangan pasangan Prabowo-Gibran di Provinsi Banten.

“Saya yakin Ibu Airin Rachmi Diany dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimilikinya, akan membawa aroma kemenangan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Nusron juga meyakini bahwa Airin akan menjadi daya tarik pemilih wanita yang ada di Provinsi Banten.

Di Sulawesi Selatan, para petinggi partai koalisi yang terdiri dari Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, dan PSI masih menimbang siapa sosok yang pas menjadi ketua TKD.

Sejauh ini, nama Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) menguat memimpin tim pemenangan ini.

Namanya diusulkan oleh mayoritas petinggi partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam pertemuan di Makassar, Minggu malam, (12/11/2023).

Hanya saja, AIA meminta agar dalam rapat itu tak diputuskan satu nama. KIM diminta untuk menyetor nama-nama yang dianggap potensial.

Dia membuka ruang bagi internal maupun eksternal Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Siapapun dari internal koalisi Indonesia maju boleh, eksternal boleh. Intinya siapa pun tokoh-tokoh yang tidak berafiliasi dengan partai koalisi dan sevisi dengan kita, tentunya perjuangan kita sama, kita welcome. Saya pribadi welcome,” tuturnya. (edisi/fajar)

Comment