KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra ) saat ini masih kekurangan dokter spesialis jiwa dan dokter spesialis jiwa subspesialis konsultan.
Direktur RSJ Provinsi Sultra, Putu Agustin Kusumawati, mengatakan bahwa RSJ Sultra saat ini hanya memiliki 3 dokter spesialis jiwa dari standar yang seharusnya yaitu sebanyak 7 orang.
“Hanya 3 (dokter spesialis jiwa di RSJ Sultra) sementara standarnya yaitu sebanyak 7 dokter spesialis,” katanya saat ditemui di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Jumat (1/9/2023).
Namun ia menyampaikan bahwa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra telah melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama dengan Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi (PKJN RSJMM), pada Rabu (30/8/2023) lalu.
Berdasarkan hal tersebut, Agustin menyampaikan bahwa selanjutnya pihaknya akan berkunjung ke PKJN untuk memastikan bagaimana mekanisme kedepannya agar RSJ Sultra bisa mendapatkan tambahan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dokter spesialis.
“Rencananya di bulan depan kita akan lanjuti kesepakatan ini. Apalagi harusnya standarnya (dokter spesialis jiwa) 7 kan dan itu masih jauh sekali ya. SDM kami memang masih kurang,” ungkapnya.
“Nantinya akan kita bekerja sama mendatangkan dokter-dokter spesialis, kemudian sarana prasarana dan akan didampingi jika ada kendala-kendala masalah pelayanan kesehatan jiwa yang ada di RSJ Sultra,” tambahnya menjelaskan.
Mantan Kadis Kesehatan Sultra ini menyampaikan, bahwa dokter spesialis yang nantinya didatangkan ke Sultra akan disediakan fasilitas akomodasi seperti rumah dan mobil dinas.
Ia berharap, kedepannya setelah ada pengampuan atau nota kesepahaman antara RSJ Sultra dan PKJN RSJMM bisa berdampak positif untuk meningkatkan mutu pelayanan RSJ Provinsi Sultra.
Lanjut ia menyampaikan bahwa, untuk saat ini pasien RSJ Sultra kurang lebih sebanyak 170 pasien. Sementara untuk SDM dokter spesialis hanya 3 orang, dokter umum 6 orang dan perawat kurang lebih 90 orang. (**)
Comment