KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Haruna ungkap penyebab produksi kakao di Sultra menurun.
Pertama, akibat luas areal tanam kakao yang terus menurun setiap tahun. Disebutnya, luas lahan perkebunan kakao di Sultra pada tahun 2018 seluas 254 ribu hektare, kemudian berkurang menjadi 236 ribu hektare pada tahun 2022.
“Dari data ini, dari 2018 mengalami penurunan luas areal, berarti produksi juga mengalami penurunan,” kata La Haruna, Kamis (31/08/2023).
Ia menjelaskan, menurunnya luas areal tanam bisa jadi disebabkan oleh alih fungsi lahan di beberapa wilayah akibat pembangunan pemukiman atau jalan. Selain itu, para petani kakao juga banyak memilih beralih ke komoditi lain yang lebih cepat menguntungkan.
Ia menjelaskan, kakao juga masuk dalam komoditi unggulan tanaman perkebunan di Sultra yang harus dikembangkan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan penyuluhan agar produksi kakao dapat meningkat.
“Kita selalu memberikan penyuluhan untuk menyampaikan itu, petani tidak bisa kita paksa, kami hanya memberikan pemahaman,” pungkasnya.
Comment