KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Belasan siswa SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 yang sebelumnya dikabarkan tawuran usai janjian melalui medsos pada akhirnya diamankan oleh pihak Kepolisian Polres Kendari, Kamis (27/7).
Usai digelandang ke Polres Kendari, belasan siswa kedua sekolah langsung dikumpulkan di halaman Polres. Selanjutnya, polisi memanggil guru kedua sekolah agar datang menemui siswa terlibat tawuran.
Wakapolresta Kendari AKBP Muhammad Mustafa mengatakan, saat ini kepolisian berupaya solutif menyelesaikan aksi tawuran kedua sekolah. Yakni mendatangkan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Kendari agar siswa bisa mendapatkan pemahaman lebih mengenai dampak tawuran bagi mental dan psikologi siswa.
“Kita berupaya agar anak didik harapan semua masyarakat ini, bisa terus belajar dengan baik di sekolah, mengembangkan potensi terbaik mereka tanpa terpengaruh tindakan negatif yang sia-sia, sehingga peran semua pihak harus intensif dalam masalah ini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan di Kota Kendari St Ganef mengatakan, saat ini pihaknya akan memberikan perhatian serius dan turun langsung melakukan sosialisasi ke siswa dan bimbingan konseling.
“Setelah ini, kami akan lakukan konseling kepada mereka, satu persatu. Sehingga kami berharap kesadaran mereka untuk tidak mengulangi tindakan ini di masa depan,” kata St Ganef di Polres Kendari.
Dikabarkan sebelumnya, dua kelompok siswa SMKN 1 dan SMKN 2 terlibat tawuran di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (27/7/2023).
Tawuran terjadi usai kedua kelompok saling tantang di media sosial.
Menurut salah satu siswa asal SMKN 1 Kendari Tian (16) mengungkapkan, sehari sebelum tawuran ini terjadi. Ada postingan di medsos berupa tantangan. Hingga membuat tawuran ini terjadi.
“Jadi, ada postingan saling tantang di medsos, dengan kata-kata, kalau berani datang ke sekolah kami. Ini awal mulanya tawuran terjadi,” kata Tian dihalaman sekolahnya.
Atas tantangan itu kedua kelompok lantas terlibat tawuran dan membuat pihak kepolisian yang mendapat laporan akhirnya melakukan penindakan.
Sejumlah siswa diamankan bersama sejumlah barang bukti, termasuk yang tak disangka-sangka adalah senjata tajam berupa badik.
Beruntung pihak kepolisian menggunakan pendekatan berbeda, konseling diutamakan dan memanggil guru kedua sekolah dan juga dinas Perlindungan anak dan Perempuan. (**)
Comment