KENDARI, EDISIINDONESIA.id – 10 hari jelang bulan suci Ramadhan, harga ayam dan ikan di Pasar Mandonga Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara mulai mengalami kenaikan, Senin (13/3/2023).
Sementara untuk harga daging sapi di salah satu Pasar Tradisional Kendari tersebut masih terbilang normal, yakni dengan harga Rp. 140 ribu per kg.
Hal tersebut disampaikan salah seorang penjual daging sapi, Oyeng. Ia menyampaikan bahwa stok daging sapi di pasar masih banyak.
Sehingga untuk saat ini, harganya belum mengalami kenaikan atau tetap normal jelang bulan suci Ramadhan yang tinggal 10 hari lagi.
“Tapi kalau kurang pasti harganya akan naik juga,” katanya saat ditemui di tempat jualannya.
Sementara itu, Rudi salah seorang penjual ikan mengatakan bahwa, untuk harga ikan sudah mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir. Apalagi saat ini musim tenggara atau angin kencang.
Rudi mengaku bahwa ia memperoleh ikan tersebut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Lama. Dimana, biasanya dia menyetok ikan 3-4 gabus per harinya, dengan harga per gabus di banderol dengan harga Rp. 900 ribu.
Untuk harga ikan yang mengalami kenaikan sendiri yaitu, Ikan Laisi sebelumnya di banderol dengan harga Rp. 20 ribu per kg, sekarang Rp. 25-30 ribu per kg.
Sementara, Ikan layang sebelumnya Rp. 20-25 ribu per kg, sekarang Rp. 25-30 ribu per kg. Bang kumis sebelumnya Rp.30 ribu, kini dijual Rp. 35 ribu per kg.
Sedangkan untuk per ekor dibanderol dengan harga Rp. 25-30 ribu, dan ada juga yang dijual Rp. 40-50 ribu per ekor, tergantung dari ukurannya.
“Sekarang naik, semakin mendekat bulan suci Ramadhan pasti akan naik,” bebernya.
Sementara itu, salah seorang pedagang ayam potong, Budi mengatakan bahwa ayam yang dia jual pun turut mengalami kenaikan jelang bulan suci Ramadhan.
“Sebelumnya dijual Rp. 55 ribu per ekor, kalau sekarang sudah Rp. 60 ribu per ekor,” ungkapnya.
Bahkan menurutnya, harga tersebut masih akan terus mengalami kenaikan, hingga mendekati hari H bulan suci Ramadhan.
“Dari Minggu kemarin naik, masih mau naik lagi ini. Biasanya begitu kalau jelang bulan puasa,” tutupnya. (EI/Irn)
Comment