MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Dandim 1506/Namlea, Letkol Arh Agus Nur Fujianto mengatakan permasalahan video yang sedang viral saat ini anggota polri dari dan Babinsa TNI AD di Kabupaten Buru sudah diselesaikan.
Berdasarkan rekaman video viral yang berdurasi 1 menit 38 detik memperlihatkan Babinsa Desa Parbulu, Serka Abdul Rahim Marjan sedang dibentak oleh seorang perwira Brimob yakni Danki 3 Yon A Pelopor Namlea, AKP Markus Ebet Mesdila, sehingga ramai dan sorotan usai aksinya tersebut.
Dalam video itu, keduanya berdebat menyinggung soal koordinasi. Anggota TNI tersebut nampak hanya seorang diri. Sementara anggota Polri lebih dari satu orang dan terlihat ada disekeliling Babinsa tersebut.
Permasalahan miskomunikasi sampai cekcok mulut, terjadi di Desa Parbulu, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku, pada Jumat, 3 Februari lalu atau ditempat tugas Serka Abdul Rahim Marjan merupakan Babinsa Desa Parbulu dari Koramil 1506-04/Waeapo, Kodim 1506/Namlea.
Peristiwa tersebut terjadi, lantaran Polres Pulau Buru saat itu tengah melaksanakan operasi penertiban terhadap Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru.
“Kejadian miss komunikasi antara Danki Brimob dengan anggota saya di lapangan sudah kita diselesaikan pada Jumat kemarin. Penyelesaian masalah itu, sudah diselesaikan langsung oleh Dandramil 1506-04 Waepao Kapten Infantri Pati Wael dan Danki,” kata Dandim Agus, Kodim 1506/Namlea, Senin (6/2/2023).

Mantan Komandan Bataliyon Arhanud 2 Alap-Alap Malang Divisi 2 Kostrad itu mengungkapkan, pihak Danki sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung, terkait dengan redaksi kalimat yang sedikit menyinggung dalam video tersebut.
“Dari pihak Danki Brimob juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada saya selaku Dandim, Danramil dan Babinsa, atas komunikasi tidak bagus, yang dilontarkan kepada anggota kami,” ungkapnya.
Ia berharap, agar kedepannya komunikasi dan koordinasi yang baik akan lebih ditingkatkan, dan diperbaiki lagi.
“Setelah kejadian itu, kami sudah berkomunikasi dengan unsur pimpinan yaitu Kapolres, bahwa kejadian ini adalah salah paham,” ujarnya.
Kemudian, Dandim juga meminta untuk masalah tersebut tidak dibesar-besarkan, dan lebih fokus untuk menjaga keamanan pada wilayah tugas yang ada.
“Masalah itu tidak perlu lagi dibesar-besarkan, saat ini kita fokus dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah,” pungkasnya. (**)
Comment