KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Rusdianto secara resmi membuka Rapat II Majelis Sinode atau kumpulan Gereja Protestan Sulawesi Tenggara (Gepsultra) Tahun 2023, di Kabupaten Konawe.
Rusdianto hadir mewakili pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa. Pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gongbitu disaksikan langsung oleh Ketua Gepsultra, Asisten II Setda Konawe, Camat Unaaha, Kapolsek Unaaha serta para pendeta.
Dalam sambutannya, Rusdianto memohon maaf kepada seluruh peserta Gepsultra karena Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa tidak bisa menghadiri kegiatan tersebut karena Bupati dan Sekda Konawe masih ada kegiatan lain yang tidak bisa diwakilkan.
“Mewakili Pemerintah Daerah saya ucapkan selamat datang di Konawe untuk seluruh peserta. Dan saya yakin ini ada respon baik dari Pemda Konawe yang sudah menerima para peserta Rapat Gepsultra yang akan melaksanakan kegiatan selama tiga hari di sini,” ungkapnya.
Wakil ketua DPRD Kabupaten Konawe dari Fraksi partai PDIP ini menjelaskan bahwa selama ini hubungan antara umat beragama di Kabupaten Konawe cukup baik. Ini terlihat saat ada kegiatan keagamaan, dari agama lain itu datang membantu, baik pengamanannya hingga infrastruktur hari raya tersebut.
“Salah satu contoh, di hari raya idul fitri di Kabupaten Konawe yang turut menjaga keamanan itu dari Pecalang atau sosok paling disegani saat Nyepi di Bali. Sebaliknya, di kegiatan Natal, ada Banser yang turut membantu pengamanan dengan teman teman kepolisian,” jelasnya.
Bahkan, masih kata Rusdianto, Kabupaten Konawe adalah salah satu daerah di Sultra yang tidak pernah ada gesekan antara umat beragama. Sehingga sudah sangat tepat memilih Kabupaten Konawe untuk tempat kegiatan Gepsultra 2023.
Ketua DPC Partai PDIP Konawe ini berharap kegiatan yang bakal berlangsung selama tiga hari ini bisa berjalan dengan baik. Apalagi di kegiatan tersebut hadir juga aparat Keamanan dari Polsek Unaaha yang mewakili Kapolres Konawe dan juga Pemerintah Kecamatan dalam hal ini Camat Unaaha.
“Tolong pak Kapolsek dan Camat Unaaha untuk menjaga dan mengawasi kegiatan ini, karena ini membawa nama daerah kita. Jangan sampai pulang dari Konawe ada cerita buruk dari para peserta kita pada hari ini. Kami mohon pak Kapolsek untuk mengawal kegiatan ini,” tandasnya.
Selanjutnya, atas nama pemerintah daerah dirinya mengharapkan untuk yang ditunjuk mewakili umat kristiani di Kabupaten Konawe itu orang yang betul-betul bisa berkomunikasi dengan daerah.
“Kalau yang kita tugaskan ditempat itu salah memberikan pemahaman kepada umatnya masing-masing. Maka ini tentu bisa menimbulkan gesekan antara umat. Tapi sebaliknya, bila ia bisa memberikan pemahaman dengan baik, maka gesekan yang terjadi bisa teratasi,” Pungkasnya.
Diketahui, Rapat II Majelis Sinode Gepsultra yang berlangsung sejak 18 hingga 20 Januari 2023 ini mengangkat tema “Aku yang awal dan yang akhir (BDK Wahyu 22:13) bersama seluruh warga Gepsultra memperkokoh NKRI. (**)
Comment